TANGERANG– Dalam memasyarakatkan empat pilar berbangsa dan bernegara, MPR RI menambah metode. Salah satunya adalah dengan jalan outbond seperti yang dilakukan terhadap sedikitnya 100 anggota Resmen Mahasiswa dari 19 perguruan tinggi dari Propinsi DKI Jakarta digelar di kawasan Karawachi Tangerang, akhir pekan lalu.
Anggota MPR RI dari kelompok Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Abraham Liyanto ketika tampil sebagai pembicara mengatakan, metode sosialisasi empat pilar tidak hanya dengan cara-cara indoktrinasi nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika di dalam sebuah ruangan tetapi juga digelar di luar ruangan seperti dengan cara outbond. .
Untuk menambah varian metode, kata anggota DPD dari Daerah Pemilihan (Dapil) Nusa Tenggara Timur tersebut, MPR RI menjadikan outbond sebagai wadah untuk menyampaikan ataupun menanamkan Empat Pilar dengan cara yang menarik, ekspresif dan inovatif. ”Jadi bersosialisasi Empat Pilar secara demokratis, tidak dengan indoktrinasi,” kata Abraham.
Selain itu, metode penanaman nilai-nilai Empat pilar dengan Outbound ini bisa memberikan motivasi, kebersamaan, dan solidaritas antar peserta berjumlah 100 orang dari 19 Resimen Mahasiswa di kampus mereka.
Pada zaman Orde Baru, kata Abraham, penekanan pemahaman Pancasila dikenal dengan program P4. Hanya saja, penerapan program tersebut lebih menekankan indoktrinasi, sehingga setelah reformasi program itu dihilangkan.
”Kita sadar bahwa setelah era reformasi kebebasan di Indonesia menjadi kebablasan, maka perlu digalakan kembali penanaman Empat Pilar, untuk mengingatkan memori semangat pancasila, dan pilar-pilar yang lain.”
Anggota Komite III DPD RI itu lebih jauh mengatakan, pihaknya juga terus melakukan evaluasi metode yang diterapkan, dengan meminta tanggapan dari mahasiswa, guru, maupun tokoh agama, dalam memperbaiki pola sosialisasi. (art)






