BANDUNG, Parlementaria.com— Sabtu pagi, 1 Agustus 2026, Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda tidak hanya dipenuhi suara burung dan desir angin yang menyelinap di antara pepohonan. Sejak pagi, kawasan hijau kebanggaan Kota Bandung itu berubah menjadi ruang perjumpaan ribuan orang: anak-anak, orang tua, komunitas, hingga pejabat daerah, berbaur dalam langkah yang sama.
Mereka datang bukan untuk berlomba menjadi yang tercepat. Sebanyak 1.500 peserta hadir membawa semangat yang lebih sederhana, tetapi terasa hangat: berlari bersama keluarga dalam d’BestO Family Run 5K.
Di bawah rindangnya pepohonan Tahura, sepatu-sepatu berderap menyusuri jalur lari. Ada yang berlari serius, ada yang berjalan santai sambil bercengkerama, dan tidak sedikit orang tua yang menggandeng anak-anak mereka. Di sinilah olahraga seperti menemukan kembali makna dasarnya: sehat, gembira, dan mendekatkan manusia satu dengan lainnya.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan yang hadir dalam kegiatan itu ikut menyambut semangat para peserta. Ia menyampaikan apresiasi kepada d’BestO yang memilih Bandung sebagai tempat berlangsungnya kegiatan keluarga tersebut.
“Terima kasih kepada Ibu Eva, pemilik d’BestO, yang telah mengadakan kegiatan Family Run di Kota Bandung. Selamat atas terselenggaranya acara ini,” ujar Farhan.
Jumlah peserta menjadi cerita tersendiri. CEO d’BestO, Wildan, menyebut masa pendaftaran sebenarnya relatif singkat. Namun respons masyarakat melampaui perkiraan.
“Alhamdulillah, sebanyak 1.500 peserta tercatat mengikuti d’BestO Family Run kali ini,” katanya.
Namun pagi itu rupanya tidak hanya berbicara tentang berapa kilometer yang berhasil ditempuh para peserta. Di balik hiruk-pikuk acara, penyelenggara membawa pesan lain yang jauh lebih panjang napasnya: menjaga lingkungan.
Direktur Tata Kelola dan Pengembangan Bisnis d’BestO, Purwanto Yusdarmanto, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut juga dirangkai dengan gerakan penanaman 1.000 pohon, bekerja sama dengan Human Initiative dan Ayo Muslim.
Pilihan itu terasa relevan. Tahura bukan sekadar lokasi acara. Kawasan tersebut seolah menjadi pengingat bahwa kebugaran manusia dan kesehatan lingkungan tidak bisa dipisahkan. Orang membutuhkan udara bersih untuk bernapas, sebagaimana hutan membutuhkan kepedulian manusia untuk tetap bertahan.
Kemeriahan terus berlanjut setelah para peserta menyelesaikan rute. Senam sehat, hiburan seni budaya, dan pembagian doorprize membuat suasana semakin cair. Hadiah yang disediakan pun tidak biasa, mulai dari sepeda gunung, kulkas, sepeda motor, hingga paket umrah ke Tanah Suci.
Pendiri sekaligus pemilik d’BestO, Eva atau akrab disapa Bunda Eva, tampak menikmati kebersamaan dengan para peserta. Baginya, keberhasilan acara tersebut tidak hanya terletak pada jumlah orang yang datang, tetapi juga pada suasana kekeluargaan yang tercipta.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada 1.500 peserta yang telah hadir. Insyaallah, tahun depan d’BestO akan melaksanakan kegiatan serupa di kota-kota lainnya di Indonesia, seperti Padang dan Manado,” tuturnya.
Dukungan juga datang dari berbagai kalangan. Ketua DPD GEBU Minang Jawa Barat, Ir. Mulya Dt. Rajo Intan, ikut hadir mendampingi Wali Kota Bandung. Ia melihat kegiatan tersebut sebagai ruang kebersamaan yang patut dipertahankan.
“Kami dari GEBU Minang Jawa Barat sangat mendukung d’BestO Family Run. Acara ini penuh rasa kekeluargaan dan membahagiakan. Semoga kegiatan ini terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang,” katanya.
Manajer d’BestO, Firman, juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, sponsor, dan berbagai pihak yang ikut memastikan kegiatan berlangsung aman dan lancar.
Ketika acara perlahan berakhir, sebagian peserta masih terlihat bercengkerama di bawah rindangnya pepohonan. Anak-anak masih tertawa, orang-orang mengambil foto bersama, sementara jalur yang beberapa jam sebelumnya dipenuhi pelari mulai kembali lengang.
Tetapi ada sesuatu yang tertinggal di Tahura pagi itu.
Bukan sekadar jejak sepatu sepanjang lima kilometer. Ada gagasan tentang keluarga yang kembali memiliki waktu bersama, tentang masyarakat yang diajak hidup sehat, tentang dunia usaha yang tidak hanya berbicara soal produk, dan tentang 1.000 pohon yang kelak diharapkan tumbuh jauh setelah keramaian Family Run berakhir.
Dari Bandung, d’BestO kini bersiap membawa semangat itu ke kota-kota lain. Padang dan Manado disebut sebagai tujuan berikutnya.
Jika rencana itu terwujud, Family Run mungkin bukan lagi sekadar agenda olahraga tahunan. Ia bisa tumbuh menjadi perjalanan panjang yang menghubungkan keluarga, kota, lingkungan, dan kepedulian sosial—satu langkah demi satu langkah. (*/syafruddin Al/berbagai sumber)






