JAKARTA– Menteri Koordinator (Menko) Kemaritiman dan Sumber Daya, Rizal Ramli menilai rekaman percakapan antara Ketua DPR Setya Novanto, pengusaha Riza Chalid dan Presiden Direktur PT Freeport Ma’roef Syamsuddin yang dipertontonkan dan diperdengarkan di Sidang Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI kepada rakyat bagaikan sebuah sinetron.
“Ini bagaikan sinetron. Pertentengan antar geng yang berebut saham. Di luar dari perdebatan yang terjadi dalam persidangan MKD itu, ada poin yang harus diambil, rakyat Indonesia dapat apa? Kita jangan lupa arahnya. Arahnya Indonesia harus dapat manfaat lebih besar dari Freeport karena selama ini dirugikan. Di luar itu kita anggap saja ini perebutan antar geng yang berebut daging lah, apalah kue,” kata Rizal Ramli, Kamis (3/12).
Dia berpesan, dari persidangan itu bisa diketahui pihak yang ingin kontrak karya PT Freeport terus panjang di Indonesia. “Tapi yang lebih penting jangan lupa dan siapa yang membuat dan berupaya agar Freeport diperpanjang kontraknya tanpa memperbaiki syarat-syaratnya terlebih dahulu.”
Dikatakan, kalau betul jadi pahlawan kan berjuang dulu memperbaiki syarat-syaratnya, baru perpanjang. “Siapa yang memperpanjang all out mau jadi jubir Freeport, tanpa memperjuangkan dan menguntungkan Indonesia. Kalau yang lain-lainnya memang kacau semua lah. Tahu semua kacau,” demikian Rizal Ramli. (art)






