Breaking News
Polhukam

Panglima Perintahkan Prajurut TNI Profesional Mengamankan Putaran Kedua Pilkada Jakarta

×

Panglima Perintahkan Prajurut TNI Profesional Mengamankan Putaran Kedua Pilkada Jakarta

Sebarkan artikel ini

PARLEMENTARIA.COM– Putaran kedua pemungutan suara pemilihan Gubernur DKI Jakarta tinggal menghitung jam. Personel keamanan termasuk TNI juga sudah siap mengamankan pelaksanaan pesta demokrasi warga ibukota tersebut.

Keberadaan mereka harus memberikan rasa aman dan damai kepada masyarakat mulai dari rumah menuju Tempat Pemungutan Suara (TPS), saat melakukan pencoblosan hingga kembali lagi ke rumah masing-masing.

Tugas yang diemban personel TNI dan Polri pada pengamanan Pilkada putaran kedua DKI Jakarta merupakan tugas mulia, karena bertujuan untuk menjamin warga Jakarta aman, tenteram dan damai, tanpa tekanan saat melaksanakan pesta demokrasi.

“Tugas personel TNI dan Polri adalah menjamin keamanan warga Jakarta yang akan melakukan pencoblosan di masing-masing TPS,” kata Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo pada Apel Gabungan Pengamanan Pilkada putaran kedua DKI Jakarta yang diikuti sedikitnya 24.000 personel TNI dan Polri di Ancol, Jakarta Utara, Selasa (18/4).

Jenderal bintang empat itu memerintahkan kepada seluruh personel TNI dan Polri agar melaksanakan tugas dengan profesional, terukur sesuai dengan prosedur dan aturan yang berlaku.

“Laksanakan tugasmu, pelajari betul prosedur dan aturan serta jangan ragu, apapun akibatnya yang terpenting Jakarta aman, tertib dan damai. Saya jamin prajuritku tidak akan duduk di meja hijau sebagai terdakwa, karena saya sebagai Panglima TNI yang bertanggung jawab,” kata Gatot memotivasi pasukannya.

Gatot berharap pengamanan Pilkada putaran kedua DKI Jakarta berjalan sesuai dengan yang direncanakan. “Selamat bertugas dan selamat berjuang. Saat ini negara memanggil kalian untuk melaksanakan pengabdian yang terbaik kepada NKRI. Semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu memberikan bimbingan, petunjuk, hidayah dan rahmat kepada kita semua,” kata dia.

Dikatakan, hak memilih dari warga DKI Jakarta dijamin konstitusi. Karena itu, negara harus hadir dalam memberikan rasa aman dan damai saat pelaksanaan Pilkada putaran kedua DKI Jakarta.

“Bentuk hadirnya negara yaitu adanya personel TNI dan Polri dimasing-masing TPS untuk menjamin keamanan, ketertiban dan kelancaran jalannya Pilkada putaran kedua DKI Jakarta.”

Dalam rangka pengamanan Pilkada kali ini diterjunkan 62.000 personel dari unsur TNI dan Polri serta Linmas. Turut hadir dalam Apel Gabungan Pengamanan Pilkada antara lain, Menkopolhukam RI Jenderal TNI (Purn) Wiranto, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, Kasad Jenderal TNI Mulyono, Pangdam Jaya Mayjen TNI Jaswandi, Pangarmabar Laksda TNI Aan Kurnia, Pangkoopsau 1 Marsda TNI Imran Baidirus dan Kapolda Metro Jaya Irjen Polisi M. Iriawan. (art)

Komentar