PARLEMENTARIA.COM – Berdasarkan hasil survei Indonesia Depelovment Monitoring (IDM), pemilih pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat (Ahok-Djarot) pada putaran pertama Pilkada DKI Jakarta tanggal 12 Februari lalu banyak yang hengkang pada pemilihan putaran kedua 19 April nanti.
Direktur Eksekutive IDM Fahmi Hafel dalam siaran pers yang diterima parlementaria.com, Jumat (14/4/2017) menyebutkan, hanya 58,17% pemilihan Ahok pada putaran pertama yang akan tetap memilih Ahok-Djarot. Sedangkan sisanya 41,83% akan berpikir ulang untuk memilih Ahok-Djarot.
Sedangkan pemilih pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno (Anies-Sandi) pada pada putaran pertama menunjukkan sikap konsisten untuk memilih Anies pada pemilihan putaran kedua. Sebanyak 82,1% respondoen menyatakan akan tetap memilih Anies-Sandi dan sebanyak 17,9% responden masih berpikir lagi dan merahasiakan pilihannya.
Fahmi juga menjelaskan, survei dengan responden 1.415 warga Jakarta itu juga menunjukkan bahwa mereka yang akan memberikan pilihan pada pasangan Ahok-Djarot sebanyak 40,82%, dan pada pasangan Anies-Sandi sebanyak 52,68%. Sisanya 6,5edangkan yang tidak menjawab atau merahasiakan pilihannya.
“Dari hasil survei ini dapat tergambar bahwa elektabilitas Anies-Sandi unggul atas Ahok- Djarot dengan selisih mencapai lebih dari 12%. Hal ini mungkin terjadi karena sebagian besar pemilih Agus-Sylvi dalam putaran pertama cenderung memindahkan dukungan kepada Anies-Sandi,” ujarnya.
Perpindahan dukungan dari Agus-Sylvi kepada Anies-Sandi, terang Fahmi, dinilai lebih besar daripada ke Ahok-Djarot, karena pemilih Agus-Sylvi maupun pemilih Anies-Sandi pada putaran pertama sama-sama menginginkan hadirnya pemimpin baru di Jakarta.
Kedua, kata Fahmi, jumlah responden yang mantap dengan pilihannya jauh berbeda antara kedua paslon, yaitu pemilih Ahok-Djarot hanya 58,17% yang mantap dengan pilihannya sedangkan pemilih Anies-Sandi yang mantap dengan pilihannya sebanyak 82,1%.
“Banyaknya pemilih Ahok yang tidak mantap dengan pilihannya kemungkinan karena kasus hukum yang masih menjerat Ahok. Figur Ahok yang kerap menuai kontroversi juga dinilai menjadi penyebab banyaknya calon pemilih yang belum mantap,” paparnya.
Selain kata kata Fahmi, hal ini terjadi karena pemilihnya banyak yang menginginkan gubernur baru karena tidak puas dengan gubernur saat ini, dan juga program-program yang ditawarkan Anies-Sandi seperti di antaranya OK OCE dan KJP Plus dianggap dapat menjadi solusi permasalahan di Jakarta.
Dijelaskan, survei dilakukan mulai 4-11 April 2017 Dengan mengambil sample/responden sebanyak 1421 dari masyarakat Jakarta yang memiliki hak pilih pada pilkada DKI Jakarta putaran Ke dua nanti. Sample dipilih secara random di 5 Kota Madya dan 1 Kabupaten di Jakarta dengan mengunakan teknik multistage random sampling.mengunakan Margin of error +/- 2,6 % dan tingkat kepercayaan 95%. Wawancara dilakukan melalui tatap muka dengan instrumen kuesioner yang sudah disiapkan para surveyor IDM. (chan)






