Breaking News
Polhukam

MPR Sosialisasi Empat Pilar Melalui Seni Budaya Melayu

×

MPR Sosialisasi Empat Pilar Melalui Seni Budaya Melayu

Sebarkan artikel ini

PARLEMENTARIA.COM– MPR RI bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau sosialisasikan Empat Pilar berbangsa dan bernegara melalui pergelaran Pentas Seni Budaya Melayu di Taman Siti Payung SMAN 8 Pekanbaru.

Pergelaran seni merupakan salah satu cara MPR RI dalam mensosialisasikan Empar Pilar kepada masyarakat. Dalam acara ini ditampilkan pentas seni budaya daerah, syair, berbalas pantun, musikalisasi puisi.

Maklum Pekanbaru dikenal juga dengan sebutan ‘Ranah Melayu Riau’. “Kegiatan ini sesuai dengan visi Riau akan menjadi pusat kebudayaan melayu se-Asia Tenggara melalui pentas seni,” kata Kepala Dinas Kebudayaan Pekanbaru Yose Rizal Zein yang mewakili Gubernur Riau.

Pagelaran pentas seni ini disaksikan sejumlah tokoh budaya, akademisi, pejabat Pemprov dan Pemkot Pekanbaru dan ratusan siswa siswi kota Pekanbaru.

Sejumlah pejabat yang hadir tampak Hadir anggota MPR RI yang juga anggota DPR RI Dari Daerah Pemilihan (Dapil) Provinsi Riau, Ir H Muhamad Lukman Edy, Kepala Biro Humas Setjen MPR RI (Siti Fauziah SE, MM), Kepala Dinas Kebudayaan Yose Rizal Zein, Kabid Humas Polda Riau Kombespol Guntur Aryo Tejo dan Kepala SMAN VIII Pekanbaru, Tavip Tria Candra SPd.

Tavip Tria Candra S.Pd. Kepala Sekolah SMAN 8 Pekanbaru, saat memberikan sambutan menyampaikan terimakasih kepada MPR RI yang menyelenggarakan sosialisasi Empat Pilar di Lingkungan SMAN 8, dengan adanya acara ini Tavip berharap dapat menguatkan keutuhan NKRI, yang belakangan ini butir butir yang terkandung dalam Empat Pilar MPR RI itu sudah mulai dilupakan oleh para generasi muda terutama para pelajar.

Siti Fauziah mengatakan, tujuan pentas seni budaya daerah untuk reaktualisasi terhadap nilai-nilai Pancasila, dalam pemahaman terhadap Empat Pilar MPR RI kepada masyarakat.

Sosialisasi melalui pentas seni budaya daerah adalah salah satu bentuk apresiasi dan langkah konkret MPR RI dalam melestarikan warisan budaya, khususnya seni budaya daerah yang telah menjadi kekayaan intelektual bangsa Indonesia.

“MPR sudah melaksanakan berbagai macam pagelaran seni budaya sesuai dengan budaya daerah masing-masing dihampir seluruh daerah sebagai metode sosialisasi seperti seminar, ToT, diskusi dan outbound.”

Sementara itu, Lukman Edy mengatakan, pentas seni budaya melayu ini adalah salah satu metode untuk mensosialisasikan Empat Pilar MPR RI selain juga dilaksanakan secara formal melalui pendidikan sekolah. Ini membuktikan MPR turut melestarikan warisan budaya asli Indonesia dan melakukan reaktualisasi terhadap nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.

Dalam kesempatan itu Lukman Edy juga menggelar acara launching dan bedah buku Biografi Lukman Edy dengan judul “Sekali Layar Terkembang Tengok-Tengok ke Belakang” karya Lina M Komarudin dan Ade Wiharso. (art)

Komentar