Polhukam

Fadli Zon: Indonesia Belum Butuh Rutan Khusus Napiter Baru

PARLEMENTARIA.COM– Wakil Ketua DPR RI bidang Politik dan Keamanan (Polkam), Fadli Zon menilai, Indonesia belum membutuhkan Rumah Tahanan (Rutan) baru khusus untuk narapidana teroris (napiter).

Sebenarnya, kata Wakil Ketua Umum partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) tersebut kepada awak media di Jakarta, Sabtu (12/5), Indonesia sudah punya Rutan di Nusa Kambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

“Bahkan Inonesia sudah punya Rutan dengan katagori High Super Maximum Security. Rutan yang sudah ada itu saja maksimalkan. Jadi, untuk saat ini, kita belum perlulah membangun Rutan baru untuk teroris,” kata Fadli Zon.

Menurut wakil rakyat dari Dapil V Jawa Barat tersebut, Rutan Nusakambangan sudah cukup dan memiliki keamanan yang memadai. Yang bermasalah saat ini adalah, sistem pengamananya dan bukannya rutan para narapidana (napi).

Seharusnya, kata Fadli Zon, para narapidana yang sudah berkekuatan hukum tetap (inkracht) bisa segera dipindahkan ke rutan lainnya dan bukan lagi berada di dalam rutan transit, Rutan Salemba cabang Mako Brimob.

Hal tersebut, menurut politisi senior Gerindra ini, dilakukan untuk mencegah kelebihan kapasitas di dalam rutan. “Jadi, mereka yang sudah selesai proses persidangan dan sudah divonis, bisa ditempatkan di tempat bukan tempat transit lagi.”

Yang mengherankan, lanjut Fadli Zon, kenapa mereka yang sudah divonis pengadilan dan sudah pula punya kekuatan hukum tetap masih ditempatkan di Rutan Transist. “Kalau yang masih di dalam proses, ya mungkin tidak ada masalah di tempat transit,” kata dia.

Terkait insiden penyanderaan di Rutan Salemba Cabang Mako Brimob, Fadli turut merasa prihatin. Ia berharap pihak Kepolisian bisa segera mengungkap latar belakang dari tragedi yang merenggut lima aparat Densus yang tengah bertugas itu.

“Saya kira masih banyak PR yang harus diselesaikan oleh Polri terutama mengungkap apa yang menjadi latar belakang kejadian ini. Karena ini satu kejadian yang luar biasa. Dan saya kira menjadi sorotan tidak hanya di dalam negeri tapi juga di dunia internasional,” demikian Fadli Zon. (art)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top