Polhukam

Jazuli Juwaini: Jangan Lukai Hati Umat Kalau Ingin Negara Ini Tentram

PARLEMENTARIA.COM– Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR RI, Jazuli Juwaini menyesalkan isi bait puisi yang dibacakan Sukmawati Soekarnoputri saat pagelaran Indonesia Fashion Week dalam momen 29 tahun Anne Avantie Berkarya di Jakarta Convention Centre (Balai Sidang) Senayan, Jakarta, akhir pekan lalu.

Pada kesempatan tersebut, Sukmawati diberi kesempatan untuk maju ke panggung dan membacakan puisinya yang berjudul Ibu Indonesia. Namun, puisi itu menyinggung perasaan umat Islam. Dikatakan Sukma, kita semua sangat mencitai Ibu Indonesia dan menempatkan pada posisi terhormat.

“Sangat tidak elok memuji konde, kidung dan perangai ibu Indonesia sambil merendahkan hijab, cadar dan suara azan. Tidak perlu dan tidak pantas. Kenapa pujian harus dengan cara itu? Kita semua sangat mencitai dan menghormati Ibu Indonesia, tapi tidak menyinggung perasaan dan keyakinan umat beragama” kata Jazuli.

Miris rasanya, lanjut Jazuli, di tengah upaya untuk membangun kembali keharmonisan dan konsolidasi sesama anak bangsa yang sempat terkoyak beberapa waktu lalu, muncul lagi ungkapan yang bernada nyinyir dan merendahkan simbol-simbol agama.

“Hentikan lah cara-cara seperti itu yang hanya menyinggung perasaan umat. Kapan bangsa ini mau tenteram kalau tokoh publik tidak menjaga lisannya untuk tidak merendahkan nilai, ajaran, dan simbol agama? Jangan lukai perasaan dan hati umat kalau negara ini ingin tentram,” kata wakil rakyat dari Dapil Provinsi Banten III tersebut.

Karena itu, anggota Komisi I ini meminta Sukmawati meminta maaf secara terbuka, jangan malah bela diri atas nama seni dan kebebasan. “Seni dan kebebasan juga ada batas dan etikanya. Jangan menyinggung orang lain, apalagi menyinggung nilai ajaran dan simbol agama yang sakral,” ungkap dia.

Karena itu, Jazuli mengajak segenap komponen bangsa untuk mengembangkan sikap toleransi, penghormatan, dan penghargaan terhadap nilai, ajaran, dan simbol agama. “Sekali lagi, itulah kunci ketenteraman dan keharmonisan dalam kehidupan bersmasyarakat dan berbangsa,” demikian Jazuli Juwaini. (art)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top