Polhukam

Fahri Hamzah: Apa Salahnya Mahasiswi Kenakan Cadar di Kampus

PARLEMENTARIA.COM– Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah mengatakan, pemakaian cadar oleh mahasiswi merupakan pilihan pribadi dan hak asasi yang seharusnya tidak boleh diganggu dan dilarang.

“Jenggot, celana cingkrang dan jidat hitam. Itu semua merupakan pilihan pribadi seseorang yang damai. Ada perempuan yang tidak mau orang lain melihat badan dia. Dan, dia ingin mengontrol sendiri badannya,” tutur Fahri kepada awak media di Gedung Parlemen Senayan, Selasa (6/3).

Itu dikatakan politisi senior Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menanggapi adanya larangan dari salah satu perguruan tinggi ternama di Yogjakarta yang melarang mahasiswinya menggunakan cadar sehingga hal tersebut tentu saja tidak meresahkan mahasiswi yang selama ini mengenakan cadar ke luar rumah.

Wakil rakyat dari Dapil Nusa Tenggara Barat (NTB) tersebut beranggapan bahwa cara pandang terhadap Islam saat ini, secara tidak langsung mengacu terhadap pemahaman war on terror yang pernah terjadi peristiwa 11 September 2001 di Amerika Serikat (AS) sehingga identitas Islam diartikan sama dengan paham radikalisme.

“Apa masalahnya jika orang memilih seperti itu? Terlebih hal tersebut ada dalil agamanya. Kenapa disaat orang memilih seperti itu, tapi kita yang repot? Itu merupakan kebebasan dirinya sendiri dalam menentukan pilihan. Jadi, jalan pikiran orang-orang yang melarang itu jangan buntu,” ucapnya.

Dikatakan peraih suara terbanyak PKS pada pemilu legislatif 2014 tersebut, jika pelarangan tersebut merupakan aturan yang harus diikuti, seharusnya tidak merampas hak asasi orang lain.

Ditambahkan, memakai cadar di negara-negara liberal saja tidak dilarang, tetapi di negara ini, yang mengadaptasi Ketuhanan Yang Maha Esa, dilarang.
“Maksud saya kan otak-otak sempit seperti ini sangat berbahaya, karena orang-orang itu datang membangun persepsi sendiri yang negatif tentang nilai agama.”

Persepsi demikian, kata Fahri Hamzah, sangat salah. “Ini harus diperbaiki ke depannya, sehingga Indonesia bisa menjadi contoh bagi kebebasan berpikir, kebebasan beragama dan kebebasan berpendapat.” jelas Fahri.

Sebelumnya diberitakan, Univesitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta mengeluarkan surat keputusan yang melarang mahasiswinya menggunakan cadar. Keputusan ini diambil dengan pertimbangan untuk mencegah meluasnya aliran Islam anti Pancasila. (art)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top