Polhukam

Diperlakukan Tidak Adil, Tim Khofifah-Emil Datangi Baswaslu Jawa Timur

PARLEMENTRIA.COM– Tim kuasa hukum pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak menilai bahwa mereka diperlakukan tak adil oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) di beberapa daerah di Jawa Timur.

Karena itu, tim kuasa hukum Khofifah-Emil mendatangi (Bawaslu Jawa Timur di jalan Tanggulangin Surabaya, Senin (26/2) petang. Tim hukum dan advokasi Khofifah-Emil, Hadi Mulyo Utomo mengatakan, pihaknya menerima pengaduan dari relawan terkait penertiban Alat Peraga Kampanye (APK).

APK Khofifah-Emil dicopot oleh Panitia Pengawas Pemilu di beberapa daerah seperti Situbundo dan Bayuwangi/ Padahal, APK tersebut dipasang di wilayah privat yang masuk kediaman pribadi relawan Khofifah-Emil.

“APK dari relawan seperti di Situbondo dan Banyuwangi diturunkan Panwaslu. Alasannya, tanpa persetujuan Komisi Pemilihan Umum (KPU). “Padahal APK itu dipasang di wilayah privat, seperti di halaman maupun pekarangan rumah serta tegalan milik pribadi relawan kami,” kata Hadi.

Hadi membandingkan beberapa titik di kawasan kota, APK paslon Saifullah Yusuf-Puti Guntur masih terpasang dan cenderung tak disentuh Panwaslu. Seperti APK berbentuk billboard di Jalan Kayoon dan Kenjeran Surabaya. Tim Khofifah-Emil merasa diperlakukan tak adil oleh Bawaslu dan jajaran.

Hadi menjelaskan, kedatangannya ke kantor Bawaslu untuk mengklarifikasi soal itu. “Kami tak ingin saling melaporkan, tetapi lebih ber-tabayyun, minta klarifikasi ke Bawaslu untuk menemukan komitmen bersama,” kata dia.

Di Pilgub Jatim, pasangan calon Khofifah Indar Parawansa – Emil Dardak diusung koalisi Demokrat, Golkar, PPP, Hanura, dan Nasdem. Sementara, duet Gus Ipul – Puti Guntur didukung koalisi PKB-PDIP. (art)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top