Polhukam

Muqowam: Tidak Proporsional Tuntut Ketua MK Mundur

PARLEMENTARIA.COM– Wakil Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Alumni Universitas Diponegoro (IKA Undip), Akhmad Muqowam menilai, desakan terhadap Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) RI, Arief Hidayat mengundurkan diri dari jabatannya tidak proporsional.

Bahkan politisi senior asal Jawa Tengah ini mengatakan, desakan itu sarat dengan kepentingan politik kelompok tertentu. Soalnya, desakan itu disampaikan dalam pertemuan Komisi III DPR RI itu bersifat terbuka.
“Pertemuan terbuka tersebut sedianya guna penjadwalan uji kepatutan dan kelaikan (fit and propoer test) hakim MK dan dihadiri oleh banyak orang,” kata Muqowam dalam pesannya melalui WhatsApp (WA) kepada Parlementaria.com, Minggu (18/2).

Akhmad Muqowam yang juga Ketua Komite I DPD RI sekaligus senator dari Jawa Tengah itu mengatakan, teguran lisan yang diberikan Dewan Etik MK kepada Arief Hidayat tidaklah proporsional.

Muqowam mengatakan, pihak-pihak yang mendesak mundur itu jelas tidak profesional. “Hal itu sangat beralasan jika mencermati secara detail dan jernih tanpa pretensi politis terhadap apa yang dilakukan Arief Hidayat atas putusan Dewan Etik tersebut.”

Muqowam menegaskan, dirinya telah mendapatkan informasi apa adanya terhadap apa yang dilakukan oleh Arief Hidayat. Bahkan jika memperhatikan situasi dan kondisi struktural MK RI ini sangat berbeda dengan MK RI sebelum Arief Hidayat menjadi Ketua MK.

Hal itu, kata Muqowam, sekecil apapun pasti berimplikasi. Bahkan yang bernuansa etik dapat menjadi obyek perkara oleh Dewan Etik. Apalagi, apa yang dilakukan Arief Hidayat sesungguhnya sudah mendapatkan izin dari Dewan Etik secara lisan.

Soalnya, karena ini terkait aturan teknis penjadwalan atas akan adanya feet proper test hakim MK di Komisi III DPR RI. Bahkan pertemuan itu dilakukan secara terbuka, dihadiri banyak orang, baik anggota DPR maupun Sekretariat Komisi III DPR. “Tidak ada yang rahasia, apalagi ada deal politik.”

Hanya saja menurut Muqowam, situasi menjadi menarik ketika banyak pihak berkomentar, terlebih mendesak Arief mundur. “Kecenderungan desakan untuk mundur itu merupakan sesuatu yang tidak proporsional dan cenderung politis. Bahkan mungkin ada kepentingan pihak tertentu yang ingin menjadi Ketua MK,” ungkap dia.

Dengan demikian, DPP IKA Undip akan bertemu Arief dalam waktu dekat. DPP IKA Undip sebagai wadah alumni, wajar mengapresiasi Arief sebagai alumni dan anggota IKA Undip.

“IKA datang untuk membantu, mendukung dan mengkomunikasikan pada berbagai pihak, sehingga pihak-pihak tersebut dapat bersikap adil, obyektif dan proporsional dan menghindari kegaduhan dalam kasus Ketua MK itu,” demikian Akhmad Muqowam. (art)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top