PARLEMENTARIA.COM– Wakil Ketua MPR RI, EE Mangindaan mengajak umat nasrani sebagai bagian dari rakyat Indonesia untuk menjaga dan mengamalkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari
Ajakan tersebut disampaikan politisi senior Partai Demokrat (PD) ini saat membuka Sosialisasi Empat Pilar MPR RI dihadapan sekitar 500 jemaah Gereja ST Leo Agung, Jatiwaringin Jakarta Timur, Minggu (10/12).
Ikut hadir pada acara tersebut anggota MPR kelompok Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Marharny Pua MA dan Dewan Paroki ST Leo Agung Jatiwaringin RM ‘unradus Budin Mukin
“Bila umat nasrani Indoneisa mengamalkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, saya yakin Pancasila akan aman dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) bakal tetap utuh,” ungkap wakil rakyat dari Dapil Sulawesi Utara ini.
Purnawirawan bintang tiga TNI AD tersebut yakin Indonesia akan tumbuh menjadi negara besar jika terus mempertahankan Pancasila sebagai dasar dan ideologi bangsa.
Karena itu, ungkap Ketua Dewan Pembina partai berlambang Bintang Mercy tersebut, orang-orang yang tak ingin melihat Indonesia menjadi negara besar, berusaha mengganti Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara.
Sayangnya, lanjut EE Mangindaan, Badan Pembina Pendidikan Pelaksanaan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (BP7) sebagai lembaga yang dulu bertugas mensosialisasikan Pancasila malah dibubuarkan di era awal reformasi. Namun, beruntung, tugas-tugas mensosialisasikan Pancasila itu saat ini bisa dilakukan oleh MPR RI.
Namun, kata anggota Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid II pimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut, MPR tidak akan sanggup melakukan sosialisasi Empat Pilar Berbangsa dan Bernegara ini sendiri, karena MPR RI hanya 692 orang dan tidak memiliki kaki di bawah.
“Karena itu, perlu ada lembaga negara yang memiliki tugas khusus melaksanakan sosialisasi, seperti halnya BP7 di zaman Orde baru”, kata Mangindaan menambahkan.
Apalagi, dimasa yang akan datang, tantangan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara akan semakin besar. Bahkan tantangan itu bukan hanya datang dari luar negeri, tetapi juga dalam negeri.
“Karena itu, menerapkan dan mengamalkan Pancasila dalam kehidupan, sehari-hari benar-benar harus dilaksanakan,” demikian EE Mangindaan. (art)






