PARLEMENTARIA.COM– Perang kata-kata Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan dengan Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu terkait pernyataan kontroversial Presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang menyebut Yerussalem ibukota Israel tidak terelakan.
Bahkan Erdogan menyebut Israel ‘negara teroris’. Tidak terima negara dia disebut ‘negara teroris’, Netanyahu balik menuding Erdogan pendukung teroris.
Seperti dilansir AFP, Senin (11/12), orang nomor satu di Turki tersebut, kembali mengomentari keputusan kontroversial Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel saat berpidato di kota Sivas, Minggu (10/12) waktu setempat.
Tidak hanya itu, Erdogan juga mengkritik Israel. Erdogan menyebut bahwa Palestina adalah korban yang tidak bersalah. “Israel adalah negara teroris, iya, teroris!. Kita tidak akan meninggalkan Yerusalem kepada negara yang membunuh anak-anak,” kata Erdogan.
Dalam pidatonya itu, Erdogan bersumpah akan menggunakan ‘seluruh cara untuk melawan’ pengakuan AS bahwa Yerusalam adalah ibu kota Israel.
Netanyahu disela-sela kunjungan kenegaraan ke Prancis, di depan Presiden Emmanuel Macron malah menuding Erdogan sebagai pendukung teroris dan pembunuh orang-orang tidak berdosa.
Dikatakan, dirinya tidak biasa menerima ceramah soal moral dari seorang pemimpin yang mengebom desa-desa Kurdi di Turki, yang memenjarakan para jurnalis.
“Erdogan juga ikut membantu Iran menghindari sanksi internasional dan membantu teroris, termasuk di Gaza, membunuh orang tak bersalah. Itu bukan pria yang akan menceramahi kami,” ungkap Netanyahu.
Dalam pernyataan terpisah, juru bicara Erdogan, Ibrahim Kalin, langsung menanggapi komentar Netanyahu itu. “Daripada menyerang negara dan pemimpin kami, otoritas Israel lebih baik mengakhiri pendudukan mereka atas wilayah Palestina,” sebut dia.
Hubungan antara Turki dan Israel sempat membaik dan mengarah ke normalisasi dalam beberapa tahun terakhir. Namun Erdogan terus mengkritik kebijakan Israel dan membela isu-isu Palestina. (art/afp).






