Polhukam

Monas Dipadati Peserta, Jazuli Apresiasi Semangat Ukhuwah Reuni 212

PARLEMENTARIA.COM – Sejak Sabtu (2/12) pagi menjelang Subuh, massa Reuni Alumni 212  sudah berbondong-bondong datang ke kawasan Monumen Nasional (Monas). Mereka melaksanakan shalat subuh berjamaah di lapangan monumen yang menjadi icon Jakarta iu.

Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR RI, Jazuli Juwaini memberikan apresiasi antusiasme umat Islam mengikuti acara bertajuk Reuni 212 yang diisi dengan doa dan dzikir bersama.

Dalam negara demokrasi seperti Indonesia, setiap warga negara mempunyai hak untuk berkumpul dan menyampaikan pendapat di muka umum. Dan, itu dijamin oleh undang-undang.

“Acara ini dikemas secara positif yang diisi dengan doa dan dzikir bersama untuk keselamatan anak bangsa. Kegiatan tersebut sama sekali tidak dimaksudkan menggangu ketertiban umum,” kata anggota Komisi I DPR RI yang membidangi pertahanan itu melalui pesan WhatsApp (WA) yang diterima parlementaria.com Sabtu (2/12).

Kebebasan mengemukakan pendapat di muka umum, lanjut politisi senior ini, dijamin konstitusi yang tertera pada Pasal 28E Ayat (3) dan merupakan bagian dari Hak Asasi Manusia (HAM). “Karena itu, semua pihak harus melihat dengan kaca mata positif dan konstruktif acara Reuni 212 sebagai aktualisasi semangat ukhuwah dan silaturahim kebangsaan di kalangan umat Islam,” terang Jazuli.

Sebagai bagian dari umat dan bangsa Indonesia, harap Jazuli, energi umat yang dahsyat tersebut harus diarahkan untuk kemaslahatan dan kebaikan bangsa Indonesia. Untuk itu, Jazuli yang juga muballigh ini menitip pesan untuk penyelenggara dan massa Reuni 212:

Pertama, selalu hadirkan semangat visi dakwah Islam yang rahmatan lil alamin dan terbarkan kedamaian bagi bangsa Indonesia yang kita cintai bersama.

Kedua, kokohkan kesadaran dan tanggung jawab untuk menjaga NKRI milik kita semua. Tanggung jawab yang muncul dari kesadaran sejarah dan kehendak untuk memajukan Indonesia.

Ketiga, tingkatkan kecerdasan literasi umat dalam persoalan-persoalan kebangsaan. Jangan mudah termakan hasutan dan hoax yang memecah belah persatuan bangsa.

Keempat, tingkatkan upaya pemberdayaan ekonomi umat sehingga umat ini semakin mandiri dan menjadi bagian solusi dari permasalahan bangsa secara keseluruhan.

“Lakukan Reuni 212 secara tertib dan damai. Tunjukkan wajah umat dan bangsa Indonesia yang teduh sebagaimana aksi-aksi selama ini. Eratkan persatuan dan kesatuan diantara elemen bangsa dan tetap waspada upaya provokasi dari provokator yang berniat mengadu domba sesama anak bangsa,” demikian Jazuli Juwaini. (art)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top