Polhukam

Gerus Suara NU, Khofifah-Emil Berpeluang Besar Pimpin Jawa Timur

PARLEMENTARIA.COM– Pasangan Khofifah Indarparawansa-Emil Dardak berpeluang besar memenangkan Pemilihan Gubernur Jawa Timur pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018 yang digelar Juni tahun depan.

Hal tersebut dilontarkan pengamat politik Universitas Esa Unggul, Jamiludin Ritonga saat bincang-bincang dengan Parlementaria.com, di Jakarta, Rabu (22/11).

Walau Pilkada serentak baru digelar pertengahan tahun depan, kata Jamiludin, saya berani mengatakan peluang Khofifah-Emil memiliki peluang besar menduduki posisi orang nomor satu dan dua di Jawa Timur kali ini.

Hitung-hitungannya, kata Jamil, Khofifah-Emil merupakan perpaduan pasangan regilius dengan nasionalis. Khofifah berasal dari kelompok regilius dimana yang bersangkutan saat ini masih dipercaya sebagai Ketua Umum Muslimat Nahdlatul Ulama (NU). Sedangkan Emil adalah kader PDI Perjuangan.

Kalau pasangan ini maju, saingan terberat Khofifah-Emil nanti adalah duet Syaifullah Yusuf. Calon petahana ini berduet dengan Abdullah Azwar Anas. Duet ini diusung PDI Perjuangan.

Bagaimana juga, jelas pengamat ini, suara Syaifullah-Azwar Anas bakal tergerus. “Khofifah adalah kader NU. Perempuan NU, lebih condong memberikan suaranya kepada Khofifafah ketimbang duet Syaifullah-Azwar Anas.”

Keuntungan lain dari pasangan Khofifah-Emil, ungkap dia, suara dari kelompok nasionalis juga bakal lari ke pasangan ini. “Apalagi belakangan terdengar kabar suara kubu Banteng Mocong Putih itu pecah akibat DPP PDI Perjuangan bukan mengusung kadernya di Pilkada Jawa Timur.”

Kantongi Dukungan

Pada kesempatan terpisah, Khofifah mengatakan, dirinya segera mengirimkan surat kepada Presiden Joko Widodo berkaitan dengan niatnya maju di Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2018.

“Saya segera menyampaikan pemberitahuan tertulis ke Presiden, bahwa dirinya bakal maju sebagai Calon Gubernur Jawa Timur pada Pilkada serentak 2018. Dalam surat itu akan saya lampirkan dukungan dari partai politik pengusung,” kata Khofifah.

Dikatakan, beberapa partai sudah memberikan dukungan secara tertulis kepada dirinya untuk maju pada Pilkada serentak nanti. Surat dukungan itu antara lain dari Partai Demokrat dan Partai Golkar. “Itu sudah bisa dijadikan prasyarat mendaftar ke KPUD,” kata Khofifah.

Menurut Khofifah, jumlah minimal kursi dukungan yang dia dan Emil butuhkan untuk maju di Pilkada Jawa Timur adalah 20 kursi. Dengan dukungan dari Demokrat (13 kursi DPRD) dan Golkar (11 kursi DPRD), maka Khofifah dan Emil sudah bisa melakukan pendaftaran ke KPUD.

Atas alasan tersebut, ia menyatakan siap mengirimkan surat kepada Presiden terkait pengunduran dirinya dari Kabinet Kerja. “Saya akan menyampaikan pemberitahuan tertulis (kepada Presiden) supaya terkonfirmasi,” kata Khofifah.

Lebih jauh, Khofifah dan Emil juga didukung tiga partai lain yakni Nasdem, Hanura, dan PPP. Ketiga partai itu belum menyerahkan surat rekomendasi resmi kepada keduanya. Khofifah dan Emil akan melanjutkan silaturahmi para fungsionaris ketiga partai itu. (art)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top