Polhukam

HNW: Pembebasan Sandera di Papua Wujud Cinta Negara

PARLEMENTARIA.COM– Keberhasilan TNI membebaskan sandera dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Desa Kimbeli dan Banti, Distrik Mimika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, Jumat (17//11) pagi adalah bentuk dan wujud dari cinta negara

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid (HNW) di depan ratusan Resimen Mahasiswa (Menwa) se-Provinsi Jawa Timur yang ikut Sosialisasi Empat Pilar MPR dengan Metode Bela Negara di Kota Batu, Malang, Jumat (17/11).

Politisi senior Partai Keadilan Sejahtea (PKS) tersebut mengapresiasi keberhasilan aparat keamanan khususnya TNI dalam membebaskan lebih dari 3.000 sandera tanpa menelan korban jiwa dari cengkraman Kempok Kriminal Bersenjata (KKB). ‘Mereka itu sesungguhnya adalah sparatis, yang mencoba untuk menguasai Indonesia.”

HNW tiba di lokasi acara (Kota Batu-red) menggunakan jalan darat dari Surabaya karena pesawat yang ditumpangi dua kali gagal mendarat di landasan pacu Bandara Abdurahman Saleh Malang karena cuaca buruk.
Untuk bisa sampai di lokasi acara, akhirnya rombongan Wakil Ketua MPR RI ini terpaksa mengalihkan pendaratan ke Bandara Juanda, Surabaya dan menggunakan jalan darat untuk sampai ke tujuan.

 

“Saya tetap berusaha hadir di tengah-tengah para mahasiswa karena acara ini sangat penting yakni soal bela negara. Cinta negara sangat perlu buat para mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa. Mereka yang bakal melanjutkan perjuangan dalam mengisi kemerdekaan masa mendatang.”

Wakil rakyat dari Dapil Jakarta I ini mengatakan, cinta negara bertujuan untuk memastikan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan ideologi Pancasila akan berkelanjutan.

Untuk dapat NKRI berkelanjutan, kata dia, beragam tantangan yang bakal dihadapi para penerus bangsa ini ke depannya yakni mulai dari radikalisme, terorisme, komunisme, liberalisme sampai ke sparatisme.

‘Hanya melalui jalur pendidikan, anak-anak muda zaman sekarang mudah dikoreksi. Artinya, ketika anak-anak muda mempunyai semangat kuat untuk membela negara, kepada mereka diberi pemahaman yang baik tentang negara Indonesia,” jelas dia.

Dikatakan, sosialisasi Empat Pilar menjadi bagian kontribusi MPR untuk memastikan tentang Indonesia dari beragam ancaman. Karena itu, ke depan generasi muda memiliki peran besar.

Secara demokrafis, mereka (anak muda-red) menjadi mayoritas di Indonesia, dan mereka juga akan melanjutkan kepemimpinan di Indonesia.

“Jadi, sebagai pewaris kekuasaan, tentu mereka harus mempersiapkan diri, salah satu caranya melalui pemahaman yang baik dan benar tentang Pancasila.”

Oleh karena itu, lanjut Hidayat, kesadaran Bela Negara ini penting untuk ditanamkan sebagai landasan sikap dan perilaku bangsa Indonesia, guna membangun daya tangkal bangsa dalam menghadapi kompleksitas dinamika ancaman.

‘Ini juga sekalgus dalam usaha mewujudkan pertahanan dan ketahanan nasional. Masa depan yang lebih baik bakal terwujud bila kita memiliki landasan ideologi, konstitusional dan komitmen kebangsaan yang kuat termasuk menghargai kebhinnekaan.”

Sosialisasi Empat Pilar MPR dengan metode Pendidikan Bela Negara di Kota Batu ini adalah kali kedua diselenggarakan oleh MPR tahun ini. Sebelumnya, kegiatan serupa digelar di Lampung. ((art)

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top