PARLEMENTARIA.COM– Secara politik Provinsi Jawa Barat merupakan daerah strategis. Dengan jumlah penduduknya paling banyak dibandingkan dengan provinsi lainnya di tanah air, provinsi ini menjadi penentu kemenangan dalam pemilihan umum (pemilu) secara nasional.
Hal itu dikatakan Ketua Umum DPP Partai Golkar, Setya Novanto dalam kata sambutannya pada pembukaan Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) DPD Partai Golkar se Jawa Barat di Karawang, Rabu (26/4) malam.
Rapimda DPD Partai Golkar kali ini diikuti lebih dari 5.000 kader termasuk dari sayap partai berlambang Pohon Beringin itu. Selain Setya Novanto, juga tampak hadir Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana, Bupati Purwakarta sekaligus Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi serta pengurus teras DPP Partai Golkar.
Karena Jawa Barat menjadi kunci, Setya Novanto meminta kadernya untuk memenangkan setiap pertarungan di wilayah Jawa Barat. “Pada pemilu 2019 Partai Golkar harus memenangkan pertarungan di Jawa Barat sehingga bisa merebut kembali kemenangan secara nasional. Jawa Barat harus kembali menguning,” kata dia.
Untuk itu, Ketua DPR RI ini meminta kepada seluruh peserta Rapimda untuk menentukan langkah-langkah strategis dalan memantapkan konsolidasi, terutama dalam menyiapkan Pilkada 2018, menyongsong pemilu legislatif (Pileg) dan pemilihan presiden (pilpres) 2019.
Dikatakan, Pilkada 2017 telah memberikan pengalaman berharga buat Partai Golkar. Partai beringin ini memenangkan 58 persen pemilihan. “Ini tak terlepas dari faktor elektabilitas dan pendayagunaan jaringan. Terlebih DPP Partai Golkar menetapkan kebijakan politik tanpa mahar, sehingga mendapat simpati luas dari masyarakat.”
Pada Pilkada 2018, terutama di Jawa Barat, kebijakan serupa akan tetap digunakan. Pilkada serentak 2018 bakal digelar di seluruh Jawa Barat untuk pemilihan gubernur dan 16 16 Kabupaten/Kota untuk pemilihan bupati dan wakil bupati serta walikota dan wakil walikota.
Untuk mensukseskan target yang dipatok DPP Partai Golkar, Setya Novanto meminta untuk menyiapkan sekurang-kurangnya di setiap desa ad 100 kader terlatih dan dibina dengan baik guna menjdi saksi di berbagai TPS.
“Saya tugaskan secara khusus kepada Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) untuk menetapkan pendidikan saksi, seiring pembentukan Badan Pengamanan Suara Partai Golkar,” demikian Setya Novanto. (art)






