PARLEMENTARIA.COM – Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Nurhayati Ali Assegaf mendorong agar mahasiswa berani masuk gelanggang dunia politik sejak dini, karena mahasiswa adalah agen perubahan sosial yang utama bagi bangsa.
“Dengan berpolitik, maka semakin besar peluang untuk melakukan perubahan bagi kepentingan bangsa dan negara ini,” kata Nurhayati dihadapan ratusan mahasiswa dan civitas akademika Universitas Islam Blitar, Jawa Timur, Kamis lalu (23/03/2017).
Politisi Partai Demokrat ini meminta kepada seluruh mahasiswa yang hadir untuk tidak ragu untuk bercita-cita menjadi Anggota DPR. “Mahasiswa dididik untuk merubah keadaan sosial. Jangan ragu bercita-cita menjadi Anggota DPR RI,” ajak Nurhayati.
Pada kesempatan itu, Nurhayati juga menjelaskan terkait tugas dan peranan BKSAP dalam menjalankan amanatnya dalam diplomasi parlemen guna memajukan kepentingan nasional. “Dalam sidang-sidang di organisasi internasional maupun regional, BKSAP telah berjuang menginisiasi sejumlah resolusi dan deklarasi untuk kepentingan nasional,” tutur Nurhayati.
Terkait dukungan BKSAP terhadap kemerdekaan Palestina juga menjadi paparan Nurhayati yang kemudian menarik perhatian para mahasiswa. “Tak hanya itu, dalam sidang internasional, BKSAP menunjukan posisi solidaritas dan dukungan kepada negara muslim seperti kemerdekaan Palestina, Rohingya dan lain-lain, selain itu juga isu tenaga kerja indonesia,” jelasnya.
Beberapa perjuangan dan dukungan BKSAP terhadap isu-isu internasional dipaparkan guna menaruh pesan bahwa berpolitik menjadi hal penting guna memperjuangkan kepentingan bangsa dan negara. Nurhayati pun lalu mengkritik paham apatisme politik yang disebutnya menyesatkan dan tidak sesuai dengan jati diri mahasiswa sebagai agen perubahan sosial politik.
Nurhayati menegaskan, dengan berani masuk dalam gelanggang politik, maka semakin besar kemungkinan untuk melakukan perubahan demi kepentingan bangsa dan negara. “Oleh karenanya, saya luruskan pemahaman mahasiswa akan politik, politik adalah perjuangan mulia memperbaiki nasib bangsa,” pungkas Nurhayati (esa)






