Breaking News
Polhukam

Zulkifli Hasan: Utamakan Pekerja Asing, Pejabat Berkhianat Pada Negara

×

Zulkifli Hasan: Utamakan Pekerja Asing, Pejabat Berkhianat Pada Negara

Sebarkan artikel ini

JAKARRA— Bila pekerjaan bisa dikerjakan tenaga kerja Indonesia tetapi tugas tersebut diberikan kepada pihak asing, itu namanya pejabat yang memberikan tugas itu berkhianat kepada negara.

Kecaman tersebut disampaikan Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan saat memberikan sosialisasi empat pilar berbangsa dan bernegara di pada Festifal Pencak Silat Pesisir dalam Rangka Ulang Tahun Emas Perguruan Pencak Silat Nasional (PSN) Perisai Putih di Pasar Senin Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara, Jumat (17/2) malam.

Acara yang menyanjikan berbagai atraksi penca silat termasuk perkelahian menggunakan senjata tersebut dihadiri ratusan pesilat Perisai Putih dari berbagai daerah termasuk tokoh silat Indonesia, H Eddy Nalapraya juga mantan Wagil Gubernur DKI Jaya itu.

Dikatakan Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) itu, negara harus hadir di sektor tenaga kerja. Dengan demikian, pekerja dalam negeri harus menjadi prioritas utama negara.

“Kalau ada tenaga kerja asing mengambil alih pekerjaan tenaga dalam negeri, sedangkan pekerjaan itu bisa dikerjakan oleh tenaga kerja kita, itu namanya pejabat yang berwenang telah berkhianat kepada negara,” kata laki-laki berdarah Lampung tersebut.

Pada kesempatan tersebut, wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Provinsi Lampung ini mengatakan, peran pejabat negara yang mengutamakan pekerja lokal merupakan cermin dari bentuk keadilan sosial yang terkandung pada sila kelima Pancasila.

“Negara punya kewajiban mensejahterakan rakyatnya. Dan, itu sesuai dengan cita-cita para pendiri bangsa dalam mendirikan bangsa dan negara Indonesia,” kata anggota Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid II tersebut.

Ditegaskan, di negara Indonesia yang berlandaskan pancasila, tidak boleh terjadi ketimpangan sosial dan ketimpangan ekonomi sebagai pencerminan dari sila-sila Pancasila.

“Kalau ada rakyat kita di daerah tidak bisa memiliki lahan, sedangkan perusahaan asing bisa memiliki jutaan hektar, hal itu juga bentuk pengkhianatan pada rakyat,” demikian Zulkifli Hasan. (art)

Komentar