JAKARTA– Tantangan yang bakal dihadapi bangsa Indonesia terutama kaum muda ke depan semakin berat terutama dengan adanya perdagangan bebas.
Soalnya, dalam era perdagangan bebas tersebut pihak asing tidak hanya mudah masuk ke Indonesia tetapi juga dapat melakukan berbagai usaha di Indonesia.
Untuk menghadapi tantangan sekaligus memenangkannya, kata Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan, setiap warga negara harus berjuang keras, agar bisa memenangkan persaingan. Kalau tidak, niscaya Bangsa Indonesia akan menjadi bangsa kuli seperti yang pernah disampaikan Bung Karno.
Hal itu dismapikan Zulkifli Hasan saat menerima delegasi Sekolah Politik Kerakyatan, angkatan ke 3 tahun 2017. Acara tersebut berlangsung di ruang GBHN MPR kemarin.
Agar tidak menjadi kuli di negeri sendiri, ulang Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) itu, para pemuda harus bisa menguasai ilmu pengetahuan. Pemuda juga harus menguasai ekonomi, dengan jalan menjadi pengusaha. Tidak melulu ingin menjadi pegawai negeri, atau guru saja.
Selain ilmu pengetahuan dan ekonomi, kata Zulkifli, generasi muda juga harus mengetahui soal politik. Karena dunia politik dapat menentukan arah Indonesia dalam 5, 10, 15 hingga 50 tahun yang akan datang. Karena itu, masyarakat juga harus mengetahui partai politik, dan siapa saja orang-orang yang ada dibelakangnya.
“Ketua MPR dan rakyat memiliki suara yang sama, sama-sama mempunyai satu suara. Karena itu jangan mau menukarkan hak suaranya hanya dengan sarung, sembako atau uang Rp. 50 ribu. Tentukan pilihan, dengan memakai akal sehat”, kata Zulkifli menambahkan.
Saat ini, lanjut dia, reformasi sudah memberikan berbagai kemajuan. Tetapi ada juga kekurangan yang muncul selama 19 tahun reformasi. Salah satunya adalah kesenjangan. Reformasi juga menyebabkan persatuan kebangsaan makin memudar. “Jadi, generasi muda harus kembali ke jati diri bangsa Indonesia sebagaimana yang terdapat dalam Empat Pilar MPR RI,” demikian Zulkifli Hasan. (art)






