Breaking News
Polhukam

Kongres Parlemen OIC 2017. Indonesia Minta Anggota OKI Dukung Kemerdekaan Palestina

×

Kongres Parlemen OIC 2017. Indonesia Minta Anggota OKI Dukung Kemerdekaan Palestina

Sebarkan artikel ini

JAKARTA– Parlemen negara-negara Islam (Parliamentary Union of the OIC Member States/OIC) dalam kongres di Bamako, Mali, 21-28 Januari 2017 menyerukan agar membentuk kaukus soal isu Palestina

Wakil Ketua Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) Rofi Munawar yang menjadi wakil parlemen Indonesia ke pertemuan itu dalam siaran pers yang diterima Parlementaria.com mengatakan, dirinya memandang pembentukan kaukus atau sejenisnya sangat bermanfaat untuk mensosialisasikan isu Palestina ke masyarakat luas.

Politisi Partai KJeadilan Sejahtera (PKS) ini mengatakan, Parlemen Indonesia sudah lama memiliki Kaukus Palestina. “Walau dasar dan kecenderungan politik di parlemen kami beragam, tetapi buat kami masalah Palestina merupakan keprihatinan bersama, Dan, itu sudah menjadi sikap negara”, kata Rofi’.

Dalam sesi sidang Komisi Palestina, Indonesia memanfaatkan kesempatan itu menekankan pentingnya realisasi persatuan semua elemen dan faksi-faksi pejuang Palestina. “Kami meyakini, persatuan merupakan senjata ampuh menghadapi agresi Zionist Israel,” tegas Rofi.

Mengambil inisiatif sebagai delegasi pertama yang memberikan pandangan terkait isu Palestina, Rofi’ juga menyambut baik disahkannya Resolusi Dewan Keamanan (DK) PBB yang mendesak Israel menghentikan semua aktifitas pembangunan ilegal permukimannya di atas tanah Palestina.

Terkait resolusi itu, Rofi mengingatkan ihwal implementasinya. “Kita semua harus mendesak untuk segera di laksanakan resolusi itu. “Kami juga melihat lolosnya resolusi itu membuktikan semakin kuatnya kesadaran masyarakat internasional atas berbagai pelanggaran Israel,” papar Rofi.

Pada bagian lain, anggota DPR RI dari dapil Jawa Timur VII itu menyambut baik keinginan Palestina untuk menjadikan 2017 sebagai tahun kemerdekaan dan kedaulatan Palestina secara penuh.

“Indonesia menyerukan parlemen negara-negara muslim untuk mendukung keinginan Palestina menjadikan 2017 sebagai tahun kemerdekaan penuh Palestina dengan cara membantu mendapatkan pengakuan lebih banyak lagi dari negara-negara di dunia,” tegas politisi asal Lamongan itu.

Delegasi Indonesia yang fasih berbahasa Arab tersebut mengingatkan juga ihwal bahaya dari rencana Donald Trump memindahkan kedutaan AS dari Tel Aviv ke Al-Quds (Yerusalem). “Jelas rencana itu sangat berbahaya bagi perdamaian. Parlemen akan mendorong elemen-elemen perintahan dan lembaga-lemabaga politik dan kemanusiaan internasional lainnya untuk mendesak Amerika Serikat agar membatalkan rencana provokatif tersebut,” demikian Rofi Munawar. (art)

Komentar