JAKARTA– Masyarakat tidak diuntungkan dengan banyaknya berita yang tidak jelas alias hoax. Malah banyaknya berita hoax itu diberbagai media sosial (sosmed) belakangan ini membuat masyarakat dirugikan.
Penilaian itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto menanggapi banyaknya muncul berita hoax di sosmed belakangan ini.
Berita didapat Parlementaria.com, Rabu (4/1) pagi, Wiranto, menuturkan vahwa dampak adanya “belantara” hoax untuk masyarakat di antaranya adanya keraguan terhadap segala informasi yang diterima, sehingga menjadi bingung.
Kemajuan teknologi tidak dapat dielakan. Kemajuan teknologi itu perlu pada satu sisi perlu disyukuri, karena membawa proses pendidikan yang lebih baik serta informasi yang lebih cepat dan luas.
“Tapi pada sisi lain, kemajuan teknoligi itu dimanfaatkan pihak lain yang tak bertanggungjawab. Oknum tertentu memanfaatkan kemajuan teknoligi itu untuk fitnah. Hal tersebut tentu saja membuat masyarakat bingung,” ungkap Menhankam Pangab di akhir masa pemerintahan Presiden Soeharto ini.
Jadi, lanjut Wiranto, kebingungan masyarakat ini dimanfaatkan pihak yang tidak bertanggung jawab untuk menanamkan kebencian, sehingga membuka peluang terjadi perpecahan dan permusuhan antar sesama anak bangsa.
“Kalau sudah begitu pembangunan nasional yang bertujuan buat mensejahterakan rakyat tentu saja akan terganggu. Ujung dari itu semua tentu saja yang rugi tetap masyarakat, bangsa dan negara.”
Karena itu, lanjut deklarator Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) tersebut menghimbau masyarakat agar bertanggung jawab dalam memanfatkan kemajuan teknologi serta menyebarkan informasi.
“Kami akan tertibkan berita hoax. Bebas berpendapat boleh, diizinkan, tetapi dengan cara-cara yang baik, yang elegan dan bermartabat,” demikian Wiranto. (art)






