JAKARTA– Empat Pilar MPR RI penting diberikan kepada generasi muda di tengah dua ancaman besar ideologi dunia terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berlandaskan kepada Pancasila.
“Ke dua ideologi tersebut adalah fundamentalisme agama dan fundamentalisme pasar,” kata anggota MPR RI, Ahmad Basarah pada acara Pembukan ‘Advance Training PB HMI’ sekaligus Sosialisasi 4 pilar MPR RI, di Depok Jawa Barat, Minggu (19/6).
Ideologi fundamentalisme agama, kata politisi muda ini, berwujud radikalisme agama yang bentuk paling ekstrimnya adalah aksi terorisme. Sedangkan fundamentalisme pasar berwujud penjajahan bentuk baru di berbagai bidang kehidupan yang pada intinya menjadikan Indonesia sebagai tempat pengerukan sumber daya ekonomi.
Dikatakan, dalam menghadapi ancaman itu, diperlukan persatuan seluruh anak bangsa termasuk di dalamnya adalah persatuan Islam dan nasionalis. “Persatuan nasional itulah kunci tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia.”
Pancasila merupakan ekstraksi dari Kebangsaan dan Ke-Islaman, sehingga memang sudah menjadi tugas generasi muda khususnya mahasiswa melakukan upaya radikalisasi Pancasila menghadapi ancaman-ancaman terhadap negara.
“Karena itu, upaya memecah belah Islam dan Nasionalis harus dipandang sebagai upaya merongrong Ideologi Pancasila itu sendiri,” demikian Ahmad Basarah. (art)






