JAKARTA– Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar) ke depan harus kader yang benar-benar berjuang penuh untuk membesarkan partai berlambang Pohon Beringin tersebut.
Bila tidak All Out, kata politisi senior Partai Golkar, Akar Tandjung, bakal sulit buat yang bersangkutan untuk membesarkan partai. Apalagi ke depan persaingan semakin ketat.
“Jangan ketua umum itu memimpin setengah-setengah. Ini akan sulit, apalagi tantangan yang dihadapi Partai Golkar ke depan semakin berat,” kata Akbar, Selasa (26/4) mengomentari kreteria ketua umum Partai Golkar untuk lima tahun ke depan.
Selain mencurahkan perhatian penuh kepada tugasnya sebagai pimpinan, Ketua Umum Partai Golkar mendatang juga harus memiliki prestasi dan dedikasi tinggi terhadap Partai Golkar. Dedikasi itu penting karena akan mempengaruhi citra dan kualitas dari orang tersebut.
“Citra sang calon ketua umum haruslah tanpa cela. Kalau ketua umum punya cela yang bisa berakibat buruk terhadap masa depan partai. Dan, yang terakhir adalah dedikasi. Dedikasi itu akan mempengaruhi kinerja ketua umum dalam mengurus partai,” kata Akbar yang Ketua Umum Partai Golkar 2000-2005 ini.
Akbar mengaku, sebagian besar para kader yang bakal bersaing pada Musyawarah Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar di Bali pertengahan Mei mendatang sudah sowan kepada para senior partai beringin ini seperti Jusuf Kalla, BJ Habibie dan Akbar Tandjung.
Beberapa nama yang sudah datang ke ketiga senior Partai Golkar ini adalah Setya Novanto, Idrus Marham, Airlangga Hartarto, dan Ade Komarudin.
Akbar menyebutkan kapan pertemuan itu terjadi, apakah saat nama-nama tersebut sudah mendeklarasikan diri atau belum. Namun yang dia ingat adalah nama Airlangga menjadi nama terakhir yang menyambangi dirinya beberapa waktu lalu.
Akbar telah memberi izin kepada para calon ketua umum tersebut untuk maju di pemilihan mendatang. “Jika mereka berjalan sesuai aturan, izin tersebut selalu saya berikan. Saya beri izin mereka untuk maju sesuai aturan Golkar yang berkaitan dengan munas dan khususnya berkaitan dengan pencalonan.”
Terlepas dari sosok-sosok yang akan bertarung di Munaslub Partai Golkar, Akbar menyoroti belum jelasnya waktu pelaksanaan Munaslub. Terlebih, tanggal pelaksanaan Munaslub terus berganti mulai 7 Mei, 17 Mei, hingga yang terbaru adalah 25 Mei 2016.
Akbar meminta agar waktu pelaksanaan Munaslub Golkar segera ditetapkan. Menurutnya sudah banyak orang yang menunggu kepastian kapan Munaslub akan digelar. “Dalam beberapa waktu ini kan berubah-ubah, mudah-mudahan tak ada perubahan lagi karena semua orang menunggu,” demikian Akbar Tandjung. (art)






