JAKARTA– Seluruh anggota lembaga perwakilan rakyat diikat sistem etika sebagai hal vital dari kekuatan DPR. Jadi, siapa pun yang masuk ke DPR, dikurung dalam sistem etika yang sudah kuat.
Itu dikatakan Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah usai menjadi pembicara dalam seminar bertema Sistem Penegakan Etika Lembaga Perwakilan yang digelar Mahkamah Kehormatan Dewan, Senin (18/40.
Dikatakan, jantung dari penguatan DPR terletak pada sistem penegakan yang ada di dalam DPR sehingga sistem tersebut harus komprehensif. Tetapi sistem itu juga berkaitan dengan soal-soal lain di luar. “DPR atau DPRD menerima apapun yang datang dari luar,” kata dia.
Menurut wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Nusa Tenggara Barat (NTB) ini, anggota DPR dari awal sudah dididik dan dilatih agar lebih menghayati hidup sebagai pejabat publik sehingga mereka harus transparan, accountable, menghindar dari KKN, menegakkan prinsip-prinsip kehidupan yang baik, sehat dan bermoral. “Itu bagian dari kehidupan hari-hari dari anggota DPR.”
“Sistem itu tidak dapat berjalan jika ada sistem lain yang bocor, misalnya sistem keuangan politik yang belum diatur secara baik dan sehat sehingga kalau uang politik belum sehat, ibarat air kotor, penyakit tumbuh di sekitarnya,” demikian Fahri Hamzah. (art)






