Breaking News
Polhukam

Jokowi Harus Pertahankan NKRI Dari Ancaman Asing

×

Jokowi Harus Pertahankan NKRI Dari Ancaman Asing

Sebarkan artikel ini

jokoJAKARTA– Presiden Joko Widodo (Jokowi) harus mempertahankan

kedaulatan dan aset negara dari ancaman negeri lain yang mencoba

‘menginvasi’ wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Untuk itu, pemerintah Indonesia harus melakukan langkah konkret

dalam menjaga eksistensi seperti Kepulauan Natuna di Laut China

Selatan (LCS) yang secara implisit dikleim China lewat peta Nine Dash

Line (NDL).

Demikian dikatakan Wakil Ketua DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan

Sejahtera (PKS), Fahri Hamzah ketika diminta komentarnya tentang

langkah-langkah yang harus dilakukan , pakar komunikasi politik

Universitas Indonesia (UI) Firmansyah, pengamat hukum tata negara

Zulman Haris, dan pengamat militer dan pertahanan Susaningtyas NH

Kertopati, secara terpisah, di Jakarta, Minggu (13/12).

”Memang, kepada Menlu Retno, China bilang tak pernah mengklaim

Natuna, tapi diam-diam mereka melakukan langkah-langkah konkret di

sana,” kata Fahri.

Contohnya, China memberi pasokan logistik, pakaian, pendidikan,

fasilitas umum, dan sebagainya. “Kalau siaran TV dari Indonesia tak

tertangkap di sana, China bisa membuat pemancar untuk masyarakat

Natuna,” kata Fahri Hamzah.

Jadi, lanjut dia, kalau Pemerintah Indonesia tak bisa membangun dan

menyejaherakan masyarakat di kepulauan itu, Natuna bisa lepas.

Karena China ingin menarik wilayah negaranya ke arah timur.”

Menurut Fahri, kalau Pemerintah China memasok kebutuhan

masyarakat di Natuna secara berkala, maka dengan sendirinya

kepulauan itu bisa lepas dari Indonesia. Apalagi kalau Pemerintah

Indonesia tak bisa membangun dan memakmurkan rakyat di kepulauan

itu, Natuna bisa lepas lebih cepat.

Karena itu, tambah Fahri, langkah diplomasi bukan sesuatu yang utama

dalam menjaga Natuna. Terlebih kepulauan ini terletak jauh dari Ibu

Kota Negara Jakarta. ”Kalau kita lihat peta, kita berada di cekung Laut

China Selatan. Kalau tidak dijaga dengan baik, Natuna ini rawan lepas.”

Kekhawatiran Fahri tak berlebihan, saat ini China sedang membuat

Jepang marah, karena mereka sudah mencaplok Spratly. Bahkan China

sudah membangun pangkalan udara di pulau itu. Mereka juga bisa

menyandarkan kapal induk di sana.

”Pemerintah harus konkret, harus ada barang, ada jasa, ada

pemerintah. Kalau ada Bendera Merah Putih, harus ada orangnya.

Negara harus hadir di sana,” demikian Fahri Hamzah. (art)

Komentar