Breaking News
Polhukam

Pengamat: Freeport Takut Isi Rekaman Merembes

×

Pengamat: Freeport Takut Isi Rekaman Merembes

Sebarkan artikel ini

pangJAKARTA– Keputusan Presiden Direktur (Presdir) PT Freeport Indonesia, Maroef Sjamsoeddin yang tidak ingin memberikan bukti rekaman asli merupakan indikasi yang memperjelas Freeport takut isi rekaman merembes ke mana-mana.

Pengamat Politik UIN Syarif Hidayatullah, Pangi Syarwi Chaniago mengatakan, sudah menjadi rahasia umum pada Pemilihan Presiden (Pilpres) lalu terdapat campur tangan Freeport untuk memenangkan salah seorang kandidat presiden.

Campur tangan itu bertujuan dengan jaminan presiden terpilih mempertahankan keberadaan perusahaan tambang milik Amerika Serikat (AS) itu.

“Syaratnya jangan coba-coba menganggu Freeport. Kalau ada elite pribumi yang berani, AS akan melakukan permainan politik tingkat tinggi terhadap oknum itu. Gaya AS ini terkenal dengan politik adu domba elite pribumi. Apapun dia lakukan untuk menjaga kepentingan nasional.”

Di rekaman original tersebut, kata Kepala Divisi Riset Politik dari Indo Strategi itu, banyak rahasia-rahasia penting yang bisa membongkar hal-hal yang jauh lebih besar ketimbang sekadar masalah pencatutan nama presiden.

Ucapan presiden Jokowi yang menyatakan tidak terima pencatutan nama apabila sudah menyangkut kewibawaannya sebagai presiden terkait permintaan saham, kata dia, berbanding terbalik dengan surat Menteri ESDM Sudirman Said, 17 Oktobet 2015 sesuai petunjuk dan arahan presiden yang terkesan memberi sinyal perpanjangan kontrak Freeport.
“Ini jelas sebuah persekongkolan yang merugikan kepentingan nasional dan tentu merongrong kewibawaan negara,” demikian Pagi Syarwi Chaniago. (art)

Komentar