Breaking News
Polhukam

Jazuli: Langkah Jokowi Jangan Untuk Pencitraan

×

Jazuli: Langkah Jokowi Jangan Untuk Pencitraan

Sebarkan artikel ini

JAKARTA– Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR RI, Jazuli Juwaini berharap langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkantor di Palembang bukan untuk pencitraan tetapi harus mampu membuat kebijakan yang efektif untuk menanggulangi bencana asap akibat pembakaran lahan perkebunan dan hutan di Pualau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Papua.

Itu dikatakan wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Banten III tersebut, Kamis (29/10) menanggapi langkah Presiden Jokowi berkantor di Palembang sampai Sabtu depan.

Seperti diberitakan, Jokowi mempercepat kembali ke tanah air dari lawatannya ke Amerika Serikat karena bencana asap akibat kebakaran lahan perkebunan dan hutan di Indonesia tidak hanya semakin parah. Namun, bencana asap tersebut juga telah merenggut nyawa tidak hanya orang dewasa tetapi juga balita. Jokowi sampai di Palembang, Kamis (29/10) pagi dan berkantor di kota itu sampai Sabtu depan.

Sebenarnya, kata Jazuli, Jokowi tidak perlu berkantor di Palembang karena kehadiran presiden d kota ini tentu saja menambah repot aparat keamanan. “Penanganan kebakaran hutan yang berujung bencana asap sebetulnya dapat dilakukan dari pusat asalkan koordinasi Jokowi dengan para pembantunya berjalan baik. Saya tidak setuju Presiden berkantor di sana. Presiden kan seharusnya bisa melakukan koordinasi lintas kementerian dan lembaga di pusat dan daerah dari Jakarta,” kata Jazuli.

Karena sudah di Palembang, kata Jazuli, Jokowi tidak cukup hanya hadir di lapangan dan melihat langsung dampak dari kebakaran lahan perkebunan dan hutan tersebut. Yang lebih penting adalah Jokowi mampu membuat kebijakan yang efektif mengatasi permasalahan yang dihadapi.

Sekretaris Kabinet, Pramono Anung mengungkapkan, keputusan itu diambil kepala negara untuk memastikan penanganan bencana kabut asap yang menimpa sejumlah daerah di Pulau Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi, berjalan sesuai mekanisme yang diterapkan. “Presiden telah mempercepat kunjungannya, dan tidak jadi melakukan kunjungan Pantai Barat AS, tapi langsung kembali ke Palembang melalui rute yang sama, dari AS ke Amsterdam, lalu ke Abu Dhabi. Diharapkan Kamis 29 Oktober 2015 mendarat di Palembang sekitar pukul 08.00 WIB.”

Setibanya di Palembang, lanjut politisi yang akrab disapa Pram, Presiden Jokowi akan langsung menggelar rapat bersama tim pengendali penanganan asap yang dipimpin Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan. Selanjutnya, Presiden Jokowi bertolak menuju Kota Musi Banyuasin (Muba) untuk meninjau sejumlah titik api di lokasi itu.
“Konsentrasi penanganan asap diutamakan di kota paling terdampak, sebagian besar di Pulau Sumatera dan Kalimantan,” demikian Pramono Anung. (art)

Komentar