Breaking News
Polhukam

DPR Bentuk Tim Pengeroyokan Aktivis

×

DPR Bentuk Tim Pengeroyokan Aktivis

Sebarkan artikel ini

aziz sJAKARTA– Komisi III DPR RI yang membidangi hukum segera membentuk Tim Investigasi terkait kasus pengeroyokan di Desa Selok Awar Awar, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur akhir pekan lalu yang membuat aktivis lingkungan, Salim Kancil meregang nyawa dan Tosan terpaksa menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Ketua Komisi III DPR RI, Aziz Syamsudin mengatakan, pihaknya sudah melakukan rapat pleno. Peserta rapat sepakat Komisi III DPR RI membentuk tim investigasi. “Setelah terbentuk, tim segera turun guna mencari masukan. Salah satunya adalah mendengarkan masukan dari masyarakat setempat,” kata politisi Partai Golkar tersebut kemarin.

Menurut wakil rakyat Darah Pemilihan (Dapil) Lampung ini, Tim Investigasi beranggotakan masing-masing fraksi yang ada di DPR RI. Hasil tinjauan dari tim investigasi bakal dibahas dalam rapat pleno, Selasa depan.

Sebelumnya, Kapolres Lumajang, Ajun Komisaris Besar Fadly Munzir mengatakan, warga penolak tambang pasir di pesisir di daerah setempat berencana menggelar demo. Unjuk rasa itu rencananya digelar pada pukul 09.00 WIB di balai desa setempat.
“Namun, belum terlaksana, pagi harinya ada yang ‘diselesaikan’,” kata dia.

Beberapa orang warga lalu mendatangi rumah Salim (52) di Dusun Krajan II. Mereka menculik dan membawanya ke Balai Desa Selok Awar-Awar. Di tempat itu, Salim dianiaya secara brutal hingga tewas. Jasadnya dibuang ke jalan dekat makam desa setempat. Ia ditemukan warga lain tergeletak tengkurap di tengah jalan yang diapit areal tebu.

Saat ditemukan, tangannya masih terikat. Beberapa orang lain juga menganiaya Tosan (51) dari Dusun Persil. Tosan berhasil kabur dalam kondisi terluka parah. Saat ini, Tosan dikabarkan dirawat di rumah sakit di Malang. Pasca-kejadian, aparat Polres Lumajang terjun ke desa untuk menyelidiki peristiwa itu. Polisi juga masih menyiagakan sekitar satu peleton personelnya di sekitar Desa Selok Awar-Awar. (art)

Komentar