JAKARTA– Aksi pengeroyokan terhadap dua aktivis lingkungan Salim Kancil dan Tosan oleh puluhan preman di desa Selok Awar, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur akhir pekan lalu merupakan perbuatan biadab.
Karena itu, kata Wakil Ketua MPR RI, Oesman Sapta Odang (OSO), pelaku pengeroyokan yang menelan korban jiwa dengan meninggalnya Salim Kancil secara mengenaskan layak diganjar dengan hukuman mati. Sedangkan Tosan mengalami cedera cukup serius sehingga harus mendapatkan perawatan serius.
“Para pengeroyok yang membuat Salim meregang nyawa perlu diberi hukuman setimpal,” kata OSO usai membuka Sosialisasi Empat Pilar SMA Negeri XXII Jakarta di Gedung Nusantara V Komplek Parlemen, Jakarta, Rabu (30/9).
Menurut OSO, Indonesia adalah negara hukum. Karena itu, kepolisian harus segera mengusut para pembunuh Salim Kancil dan Tosan. Sebab, tidak menutup kemungkinan ada aktor dibalik penganiayaan dan pembunuhan tersebut.
Senator dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kalimantan Barat heran dengan tindakan brutal dan sadis pengeroyok. “Masak ada orang Indonesia yang katanya orang beradab melakukan penganiayaan seperti itu. Ini adalah contoh perbuatan biadab dan tidak berprikemanusian.”
OSO yakin jajaran kepolisian selaku penenggak hukum mampu mengusut tuntas kasus penganiayaan tersebut. “Harus dicari dan diungkap siapa dalang dibalik pengeroyokan brutal tersebut. Bukan tidak mungkin ada aparat atau oknum Pemda setempat yang menjadi dalang dibalik penggalian pasir liar tersebut,” ungkap OSO.
Pada kesempatan terpisah, anggota Komisi III DPR, Masinton Pasaribu mengatakan, pelaku pembunuhan dua aktivis ini pantas beri hukuman mati. Sebab, sebutnya, kasus ini bermotif intimidasi, teror yang dibarengi dengan aksi penganiayaan serta pembunuhan berencana.
“Negara harus hadir melindungi hak-hak rakyat, khususnya terhadap rakyat kecil. Negara tidak boleh kalah dengan aksi kejahatan korporasi yang menghalalkan keuntungan dengan segala cara,” tegas Masinton.
Dia heran mengapa pelaku tega membunuh Salim dengan keji, padahal dia hendak berjuangan untuk mendapat hak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat. Karena itu ia meminta, pelaku lapangan yang melakukan aksi keji penganiayaan dan pembunuhan berencana, beserta aktornya ditangkap. “Saya menduga ada upaya sistematis dan berencana untuk membunuh keduanya,” demikian Masinton. (art)






