JAKARTA – Ketua MPR Zulkifli Hasan menegaskan, sekarang ini masyarakat menginginkan pemimpinan yang bisa dicontoh dan diteladani, bukan pemimpin banyak bicara, sekalipun pembicaraan yang baik.
Karena itu dirinya selalu berusaha memperbanyak silaturrahmi saat berkunjung ke daerah. Khususnya silaturrahmi dengan Muhammadiyah, perguruan Muhammadiyah dan ibu-ibu A’isyiyah.
“Kalau bertemu saja tidak mau bagaimana masyarakat akan menghargai pemimpinnya. Karena itu para pemimpin harus semakin dekat dengan masyarakatnya”, kata Zulkifli pada Malam Puncak Milad ke-83 Pemuda Muhammadiyah, di Gedung Nusantara V Kompleks Parlemen Senayan, Rabu (10/6).
Tema yang diusung pada milad Pemuda Muhammadiyah tahun ini adalah Mencerahkan Bangsa Untuk Indonesia yang Berkemajuan. Selain Pimpinan MPR, Ikut hadir pada acara tersebut Hakim Mahkamah Konstitusi Patrialis Akbar, menteri pariwisata Arif Yahya, dan Ketua PP Muhammadiyah Bambang Soedibyo, Ketua Komisi VIII DPR RI Saleh Partaonan Daulay dan sejumlah anggota DPR RI.
Terkait pemberantasan korupsi yang diserukan Pemuda Muhammadiyah, Zulkifli Hasan yang juga Ketua Umum PAN tersebut mengatakan bahwa Partai Amanat Nasional sudah memulai melawan korupsi.
“Ini sudah diberlakukan dalam proses penyaringan Pilkada yang tidak boleh menggunakan mahar. Selain itu PAN juga melarang politik uang dalam praktek pemilihan pengurus PAN. Di pimpinan wilayah kami mengambil cara memilih formatur seperti yang berlaku di Muhammadiyah. Itu dilakukan untuk mengantisipasi politik uang”, kata Zulkifli. (chan)
Zulkifli Hasan: Rakyat Tidak Butuh Pemimpin Banyak Bicara
Komentar






