Breaking News
HeadLinePengawasan

Fahri Hamzah: Menag Tidak Memahami Makna Toleransi

×

Fahri Hamzah: Menag Tidak Memahami Makna Toleransi

Sebarkan artikel ini

fahri hamzah2JAKARTA – Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah meminta Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin untuk lebih memahami makna kata toleransi.Toleransi adalah kata yang bermakna umum dan tidak hanya ditujukan kepada satu kelompok saja.
“Pernyataan Lukman Hakim soal umat yang berpuasa harus bertoleransi kepada umat yang tidak berpuasa adalah menunjukkan kegagalan pemahaman menteri agama akan makna toleransi,” tegas Fahri, Minggu (14/6).
Ditegaskan Fahri, seharusnya semua umat harus bertoleransi kepada umat lainnya. Toleransi harus dituntut pada semua orang karena toleransi adalah universal.Tidak bisa toleransi hanya ditujukan pada satu umat saja, seperti yang tersirat dari pernyataan menteri agama terhadap orang berpuasa bertoleransi pada yang tidak berpuasa.
Dia mencontohkan ketika di sebuah mushala sedang melaksanakan sholat berjamaan sementara di sebelah mushala ada yang ingin bermain musik, maka tentunya bukan orang yang melaksanakan sholat berjamaah yang harus bertoleransi kepada orang yang ingin main musik, tapi justru sebaliknya.
“Yang namanya toleransi beragama itu adalah umat yang tidak melaksanakan menghormati umat yang sedang melaksanakan ibadah dan bukan sebaliknya.Toleransi dalam beribadah itu sangat berkaitan dengan suasana umum. Di Bali ketika hari raya Nyepi, semua umat, termasuk umat Islam menghormati masyarakat Bali yang sedang merayakan dengan mematikan lampu dan tidak berkegiatan dan bukan sebaliknya,” ujar Fahri.
Kalau memang ada warung makan yang buka di bulan Ramadhan dan ada orang yang membutuhkan maka di bulan puasa, dirinya mengatakan tidak menjadi masalah, tapi hendaknya hal itu tidak dilakukan dengan cara yang sangat ekpresif karena tentunya akan melukai hati umat yang sedang berpuasa.
“Warung gak perlu tutup tapi jangan ekspresif juga. Apalagi kalau kita mengambil hikman dari peribadatan agama, puasa itu makna besarnya mengistirahatkan lahir batin dari kehidupan rutin dan mencegah hawa nafsu. Punya makna universal untuk bangsa yang materialisme untuk introspeksi,” tambahnya.
Menteri agama menurut Fahri seharusnya mengajarkan makna dari bulan ramadhan.Puasa yang merupakan peribadatan universal dapat menjadi tradisi. ”Puasa memiliki makna universal yang baik bagi kesehatan da hawa nafsu.Pernyataan menteri agama yang minta orang berpuasa ramadhan untuk bertoleransi kan seperti menyalahkan-nyalahkan orang Islam. Kenapa mereka berpuasa jadi membuat susah orang,” tandasnya. (den/chan)

Komentar