JAKARTA– Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan mengatakan, sebagian besar masyarakat termasuk akademisi dan intelektual menganggap politik banyak jeleknya.
“Ketidakpercayaan sebagian masyarakat kepada politik dan politisi. Itu akibat perbuatan oknum politisi yang melakukan kejahatan seperti korupsi,” kata dia di depan mahasiswa pasca sarjana bertajuk ‘Peran Perguruan Tinggi Membangun Kualitas Bangsa Guna Memenangkan Persaingan Global’ di Universitas Moestopo akhir pekan kemarin.
Namun, kata Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) itu, kiprah dan eksistensi masyarakat profesional dan intelektual seperti para akademisi sangat diharapkan untuk mewarnai bahkan mendominasi kejelekan-kejelekan di panggung politik.
Politisi dipanggung politik, kata anggota Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid II ini, ibarat pendekar. Para akademisi termasuk intelektual adalah pendekar yang memiliki senjata sakti.
Banyak di negara ini intelektual yang merupakan pendekar dengan senjata sakti. Senjata itu adalah keilmuwan dan idealismenya. “Sayang, mereka ada di luar arena. Jika mereka masuk ke arena, ini akan mewarnai jalannya perpolitikan di Indonesia.”
Para akademisi dan intelektual kampus, kata wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Lampung tersebut, sangat dipercaya rakyat karena keilmuwannya dan itu tidak bisa dibantah.
Karena itu, kata Zulkifli, kami d MPR selalu bekerjasama dengan kampus agar program MPR dalam akselerasi menuju kesejahteraan rakyat cepat tercapai. Kuncinya adalah di Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia.
Dia menekankan pentingnya Indonesia memiliki SDM yang mumpuni ditengah persaingan global yang makin keras. “Indonesia punya sekolah dan perguruan tinggi bagus dengan tenaga pengajar handal. Dengan modal itu dapat dipastikan banyak SDM berkualitas. Tapi, jangan lupa harus memiliki karakter bangsa yang kuat,” demikian Zulkifli Hasan. (art)






