JAKARTA– Tiga mahasiswa perguruan tinggi ditangkap polisi Satuan Resmbob Polrestabes Makassar karena memiliki narkoba jenis ganja empat kg kiriman asal Aceh ke Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (27/8).
Petugas menangkap AO (21) AR (21) dan AN (20) di perumahan Bukit Manggala Permai, Kecamatan Manggala saat menerima barang haram itu menggunakan jasa pengiriman.
Modus pelaku dengan membungkus barang haram itu dalam kardus
susu lalu disisipkan bubuk kopi agar menghilangkan aroma ganja kering
saat pengiriman.
Walau begitu, rupanya polisi lebih cerdik menganalisa dan mengungkap modus ini dan menerima informasi itu dari Mabes Polri bahwa ada transaksi termasuk pengiriman narkoba ke Makassar.
“Ada empat paket ganja kering yang sudah dibungkus menggunakan
lakban dan disimpan dalam kardus susu kemudian ditaburi kopi agar bau
tidak tercium dan baunya hanya kopi untuk mengelabui petugas,” kata
Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Rusdi Hartono.
Pelaku sebelumnya, kata Rusdi, berhasil menerima kiriman satu kilo
ganja kering dari Aceh dan diedarkan di Makassar. Karena dianggap
berhasil pelaku kemudian memesan kembali dengan porsi lebih banyak
yakni empat kilogram.
“Dari pengakuan, mereka sudah melakukan transaksi dua kali. Yang pertama diterima satu kilo kemudian pengiriman kedua ini empat kilo berhasil dingkap tim dari kepolisian.”
Tiga pelaku itu masih diperiksa secara intensif oleh penyidik. Mereka terancam Pasal 114, Pasal 119 dan Pasal 124 Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika serta Undang-undang nomor 5 tahun 1997 tentang psikotripika atau gologan I.
Sedangkan ancaman pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara
paling singkat lima tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling
sedikit Rp1 miliar dan paling banyak Rp10 miliar .
Para pelaku berdalih hanya digunakan untuk pribadi dan tidak akan
diedarkan kepada umum. Namun, polisi masih belum percaya mengingat
barang yang ditemukan cukup banyak.
“Mau dipake dan di kalangan internal tidak dijual pak. Hanya mau kita pake secara pribadi, saya menyesal pak,” tutur AO sembari tertunduk saat ditanya wartawan secara terpisah. (art)






