JAKARTA– Kabar buruk buat para pecinta sepakbola di tanah air. Federasi Sepakbola Dunia (FIFA) tidak bakal mencabut sanksi yang diberikan kepada PSSI apabila pemerintah negeri ini tidak mencabut pembekuan terhadap organisasi tertinggi sepakbola Indonesia.
Demikian hasil pertemuan Dewan Kehormatan PSSI, Agum Gumelar Ketua Komite Olahraga Indonesia (KOI), Erick Thohir dengan Presiden FIFA, Gianni Infantino di markas FIFA, Zurich, Swiss, Selasa (26/4). Pertemuan semula dijadwalkan, Senin (25/4). Namun, karena kesibukan Infantino, pertemuan terpaksa ditunda ke hari berikutnya.
Seperti ditulis laman PSSI, Agum Gumelar menyebutkan, organisasi tertinggi sepakbola itu telah mengingatkan pemerintah Indonesia melalui surat yang dikirimkan kepada Mensesneg, Selasa (26/4). Isinya, FIFA akan mencabut sanksi yang diberikan kepada PSSI apabila pemerintah Indonesia mencabut pembekuan PSSI.
Menurut Agung yang juga mantan Ketua Umum PSSI tersebut, pertemuan dia bersama Erick Thohir dan perwakilan dari pemerintah berlangsung lebih dari satu jam. “Dalam pertemuan tersebut, Presiden FIFA menyampaikan kekhawatirannya terhadap PSSI dan sepakboa Indonesia yang hingga saat ini belum ada perkembangan untuk dapat kembali ke keluarga sepakbola internasional.”
FIFA dalam suratnya kepada Mensesneg juga membahas mengenai KLB yang menjadi ranahnya PSSI beserta Statuta dan anggotanya. “KLB seperti yang sudah berulangkali saya bicara, hanya dapat dilakukan sesuai Statuta PSSI yang sudah sesuai dengan standar statuta FIFA,” kata Menteri Perhubungan Kabinet Gotong Royong tersebut.
Setelah mendapatkan pencerahan langsung dari FIFA, kata Gubernur Lemhanas ini, pemerintah dapat mencabut pembekuan yang diikuti dengan pencabutan suspension FIFA.
Sementara itu, Juru Bicara Kemenpora, Gatot Dewa Broto mengatakan bahwa pencabutan pembekuan PSSI oleh pemerintah menunggu arahan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi)
“Tindakan selanjutnya kami menunggu arahan dari Presiden, untuk hasil selengkapnya, intinya memang ada perkembangan positif, namun saya belum bisa menjelaskan secara detail,” kata demikian Gatot Dewa Broto. (art)






