Breaking News
HeadLinePengawasan

DPR Prihatin Warga Asing Bekerja di Indonesia Tanpa Paspor

×

DPR Prihatin Warga Asing Bekerja di Indonesia Tanpa Paspor

Sebarkan artikel ini

JAKARTA– Komisi I DPR RI yang membidangi pertahanan dan luar negeri prihatin dan mempertanyakan kenapa bisa warga negara asing tanpa paspor dan izin melakukan kegiatan pengeboran lahan di ujung landasan pacu Bandar Udara Halim Perdana Kusuma, Jakarta.

Seperti diberitakan berbagai media elektronik, cetak dan web, banyak yang mempertanyakan bagaimana bisa warga negara asing tanpa paspor bisa melakukan geboran di pinggir daerah kekuasaan TNI AU tersebut. Apalagi, Bandara Halim Perdana Kusuma adalah pangkalan militer TNI AU yang harusnya steril.

“Ini memprihatinkan, bagaimana mungkin ada WNA masuk negara kita tanpa paspor. Juga bagaimana mungkin WNA itu bisa bekerja di negara kita tanpa mempunyai izin,” kata anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Tantowi Yahya di sela Rapat Pleno DPP Partai Golkar, Kamis (28/4).

Wakil rakyat kelahiran Indralaya, Sumatera Selatan, 29 Oktober 1960 itu mengatakan, seandainya lima WNA itu memiliki paspor dan izin bekerja di Indonesia, kemudian bagaimana mungkin mereka bisa melakukan pengeboran di wilayah milik angkatan bersenjata Indonesia. “Ini membuat impresi yang berkembang di masyarakat itu sampai begitu rendahnya kewibawaan kita di mata warga negara asing.”

Dikatakan, investasi yang ditanamkan negara lain ke Indonesia tidak boleh serta merta meruntuhkan kewibawaan bangsa Indonesia yang harus berdaulat dibidang politik, ekonomi dan budaya.

Ya, lima warga negara China memasuki Landasan Udara Halim Perdana Kusuma, Rabu (27/4). Mereka memasuki areal tersebut bersama dua orang WNI dan melakukan pengeboran tanah di wilayah itu. Otoritas keamanan wilayah itu menangkap mereka saat melakukan pengeboran. Mereka dibawa ke markas TNI AU Halim untuk diperiksa.

Sementara itu, Dirjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM, Ronny F Sompie mengungkapkan, 196 warga negara China dipulangkan dari Indonesia pada tiga bulan pertama 2016. Mereka bersalah karena melakukan pelanggaran keimigrasian dan lainnya.

Ronny berada di China mendampingi Menko Polhukam, Luhut Pandjaitan memimpin delegasi Indonesia dalam dialog kelima bidang politik, hukum dan keamanan Indonesia-Tiongkok serta rangkaian pertemuan bilateral lainnya pekan ini.

Dikatakan, sebagian besar warga China ke Indonesia menggunakan visa turis. “Sambil sebagai turis, dia melihat-lihat peluang kerja atau kegiatan lain di Indonesia. Biasanya mereka datang berkelompok. Selain itu, mereka rata-rata ‘overstay’ juga sebulan. Sebagian mereka bekerja di pertambangan, pabrik semen baru, pembangkit tenaga listrik.”

Terkait lima WNA China yang mengaku karyawan Geo Mining Central (GMC) yang tertangkap saat melakukan kegiatan ilegal di area Pangkalan TNI Angkatan Udara Halim Perdanakusuma, Ronny mengatakan, mereka sudah diperiksa memiliki izin tinggal terbatas. Jadi masih dicek, pelanggaran-pelanggaran Keimigrasian apa yang mereka lakukan selain masuk ke lokasi Halim di kompleks TNI AU.”

Dikatakan Ronny, pihaknya terus berbenah untuk memperketat pengawasan terhadap lalu lintas orang asing yang masuk keluar Indonesia. (art)

Komentar