JAKARTA– Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muktamar Jakarta, Djan Faridz mengecam oknum pelempar bom molotov di kegiatan tabligh akbar di Yogyakarta, Minggu (17/40.
Kegiatan ini digelar Presidium Forum Komunikasi Lasykar PPP Yogyakarta. “Saya mengutuk yang melempar bom Molotov kepada pejuang PPP yang melakukan aksi damai melawan kedzaliman di Lapangan Dengung Sleman sehingga menyebabkan korban meninggal dan luka barat,” kata Djan Faridz dalam keterangan tertulisnya.
Menteri Perumahan Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid II ini memastikan kejadian itu tidak akan menghentikannya memperjuangkan hak atas keputusan Mahkamah Agung (MA) yang mengesahkan kepengurusan PPP hasil Muktamar Jakarta. “Saya pastikan tidak. Bahkan perlawanan ini akan membesar bagai bola salju di seantero negeri yang tidak rela hukum dipermainkan.”
Dia menyampaikan duka mendalam atas nama pribadi dan sebagai Ketum PPP kepada para korban semoga Allah SWT menerima amal baik almarhum dan digolongkan sebagai pejuang Syahid. “Semoga Allah SWT memberikan kekuatan lahir dan batin serta kesabaran kepada keluarga almarhum. Kami yakin perjuangan tidak akan sia-sia. Kami akan lanjutkan perjuanganmu melawan kedzaliman ini,” tutur Djan Faridz.
Djan Farid mengimbau agar semua kader tetap tenang dan jangan melakukan pembalasan bersifat anarkis dan kekerasan. Ia meminta kader memercayakan semuanya kepada pihak berwajib.
“Kami minta kader dan Fungsionaris PPP di seluruh Indonesia untuk memanjatkan doa untuk almarhum dan kita kibarkan bendera setengah tiang sebagai tanda seluruh PPP sedang berkabung selama tujuh hari,” demikian Djan Farid. (art)






