Breaking News
Daerah

Polres Lamandau Gencar Sosialisasikan Bahaya Narkoba

×

Polres Lamandau Gencar Sosialisasikan Bahaya Narkoba

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Selain penegakan hukum dalam pemberantasan narkoba,  Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menggalakkan sosialisasi kepada masyarakat di seluruh daerah mengenai dampak negatif penggunaan obat-obatan terlarang itu.

Seluruh jajaran Polri di daerah tingkat dua, termasuk istri-istri polisi yang tergabung dalam Bhayangkari, diperintahkan berperan aktif dalam pemberantasan narkoba. Salah satunya yang diselenggarakan oleh Bhayangkari Polres Lamandau, Nanga Bulik,Kalimantan Tengah.

Menurut Kapolres Lamandau AKBP Johanes Siboro SH Sik, jumlah masyarakat terdampak narkoba meningkat signifikan dalam beberapa tahun terakhir sehingga perlu pemberantasan sekaligus pencegahan agar tidak semakin meluas.

Dia mengutip data Badan Narkotika Nasional (BNN) yang menyebutkan jumlah terdampak karkoba, baik pengguna maupun pengedar, hingga akhir 2015 mencapai 5,2 juta jiwa, bertambah sekitar 1 juta jiwa dalam waktu kurang dari 6 bulan sejak Juli 2015.

Adapun di Kabupaten Lamandau, ungkapnya, jumlah terdampak narkoba juga naik signifikan dari lima kasus pada 2014 menjadi 25 kasus pada 2015. Terdampak narkoba di kabupaten itu tidak hanya di kalangan remaja, tetapi juga orang dewasa bahkan terdapat aparat penegak hukum.

“Oleh karena itu, kekuatan keluarga untuk menjaga dan membentengi  seluruh anggota keluarga sangat diperlukan. Sebab narkoba tidak hanya menyasar anak-anak dan orang yang berpendidikan, tetapi juga orang dewasa dan berpendidikan tinggi,” kata Johanes, Kamis (24/3/2016).

Dalam upaya pencegahan penggunaan narkoba, Bhayangkari Polres Lamandau menggelar talkshow bertema Bhayangkari Berperan Serta Dalam Menciptakan Keluarga Sehat Tanpa Narkoba di Polres Lamandau, pekan lalu.

Ketua Bhayangkari Polres Lamandau ibu Denny Siboro mengatakan pihaknya sangat prihatin terhadap dampak narkoba yang semakin meluas, sehingga diperlukan edukasi kepada masyarakat untuk mencegah penyebarannya melalui keluarga.

“Kita harus menyelamatkan generasi muda, khususnya di Kabupaten Lamandau, dengan memberikan edukasi dan pengetahuan mengenai dampak negatif narkoba. Kami sebagai ibu-ibu juga mendukung perang terhadap narkoba,” ujarnya.

Talkshow tersebut dihadiri oleh seluruh anggota Bhayangkari Polres Lamandau, Kapolres Lamandau beserta anggota Kepolisian dari Polres Lamandau, Ibu Bupati kabupaten Lamandau, Ibu-ibu perwakilan dari beberapa organisasi wanita di kabupatan Lamandau, perwakilan murid SMA di Kabupaten Lamandau, dan masyarakat umum. Pembicara dalam talkshowyakni Kasat Narkoba Polres Lamandau AKP Hendry SE, dr Farida Manurung, dan pemain sinetron Jerry Intveld.

Denny mengatakan pihaknya sengaja mengundang Jerry Intveld, yang dulu pernah mencoba-coba menggunakan narkoba namun berhasil menghindarinya dan sukses dalam karier keartisannya, guna berbagi pengalaman mengenai bahaya dan dampak buruk narkoba kepada generasi muda. (chan)

 

Komentar