Breaking News
Polhukam

OSO: Rasa Kebangsaan Rakyat Menipis

×

OSO: Rasa Kebangsaan Rakyat Menipis

Sebarkan artikel ini

foto osoTANGERANG– Rasa kebangsaan dan nasionalis rakyat Indonesia mulai menipis. Itu dibuktikan dengan begitu mudahya rakyat Indonesia menerima dan mengadopsi budaya asing yang tidak sesuai dengan nilai-nilai panca sila sebagai idiologi bangsa Indonesia.

Hal tersebut dilontarkan Wakil Ketua MPR RI, Oesman Sapta Odang (OSO) sebelum membuka Sosialisasi Empat Pilar Berbangsa dan Bernegara untuk para mahasiswa di Kawasan Karawaci, Tangerang, Banten, Jumat (19/2) malam.

Pada pembukaan Sosialisasi Empat Pilar Berbangsa dan Bernegara yang digelar MPR RI untuk Mahasiswa dari Perguruan Tinngi se-Propinsi DKI Jakarta tersebut selain OSO juga tampak hadir sejumlah pimpinan dan anggota Fraksi MPR RI, DPD RI, para nara sumber serta rektor dari perguruan tinggi di Jakarta.

Dari kalangan fraksi MPR RI tampak hadir Ahmad Basarah (PDI Perjuangan), Abdul Kadir Karding (PKB), Istniawati Ayus (DPD RI Dapil Propinsi Riau) dan Yohana (DPD RI) dari Dapil Propinsi Sumatera Barat.

Sosialisasi Empat Pilar yang digelar MPR RI tiga hari dengan metode pendidikan kebangsaan/bela negara ini diikuti sedikitnya 100 mahasiswa dari 19 perguruan tinggi di Jakarta seperti Universitas Tri Sakti, Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Al Azhar, Ibnu Chaldun, Unas dan Universitas Borobudur.

OSO menyebutkan bahwa mahasiswa adalah sebagai generasi penerus bangsa. Karena itu, mereka harus dibekali langkah-langkah untuk mempertahankan bangsa dan negara ini agar rakyat mudah dimasuki dan mengadopsi paham-paham maupun idiologi asing yang bertentangan serta sesuai dengan Panca Sila sebagai idiologi bangsa Indonesia.

Lebih jauh pimpinan MPR RI ini dari Daerah Pemilihan (Dapil) Provinsi Kalimantan Barat itu mengatakan, sebagai generasi penerus bangsa dan negara mahasiswa harus mempunyai moto kerja yang dikenal dengan sebutan Lima S yakni Sistem, Skill (Keahlian), Struktur, Strategi dan Speed (kecepatan).

Bila bangsa Indonesia tidak mamp menjalankan motto tersebut, kata OSO, bangsa Indonesia bakal kalah bersaing dengan pihak asing dalam era keterbukaan dan global seperti sekarang.

Dengan begitu, budaya asing bakal mudah masuk ke Indonesia yang bisa menjadi ancaman terhadap kedaulatan Indonesia. “Panca Sila sebagai dasar dan idiologi negara, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara, Bineka Tunggal Ika sebagai semboayan negara dan UUD 1945 sebagai konstitusi negara merupakan harga mati buat seluruh rakyat Indonesia,” demikian OSO. (art) .

Komentar