JAKARTA– Indonesia dan rumpun melayu dengan penduduk cukup besar dan Sumber Daya Alam (SDA) melimpah harus mampu meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk bersaing dalam percaturan ekonomi global.
Bahkan, kata Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan, etnis yang mendominasi wilayah Asia Tenggara ini dapat menjadi kekuatan ekonomi ketiga di dunia setelah Amerika Serikat dan Uni Eropa asalkan SDM masyarakat di daerah ini ditingkatkan. “Melayu bisa menjadi kekuatan ekonomi dunia dengan jumlah penduduk yang begitu besar,” kata Ketua Umum DPP PAN itu usai membuka Konvensi XVI Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI), Selasa (27/10).
Menurut Zulkifli, kebangkitan umat Islam akan dimulai dari etnis Melayu, terutama yang bermukim di wilayah Asia Tenggara. Hanya saja dia mengingatkan untuk mencapai kekuatan ekonomi dunia itu diperlukan pendidikan yang baik selain persatuan dan kesatuan di antara etnis Melayu.
Dikatakan, kunci kemajuan suatu bangsa yang ditandai dengan kekuatan ekonomi adalah sumber daya manusia, bukan sumber daya alam. Menurutnya, banyak contoh Negara yang tidak memiliki sumber daya alam, namun bisa maju seperti halnya Singapura.
Menteri Kehutanan Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid II ini menyoroti sejumlah negara kaya sumber daya alam di Timur Tengah. Negara-negara ini karena dilanda perang dan lemah SDM juga membuat ekonomi mereka sulit untuk diharapkan.
Karena itu, kata Zulkifli, Indonesia berpotensi memimpin kemajuan ekonomi etnis Melayu mengingat demokrasi telah berjalan dengan baik.
Sebelumnya, Presiden DMDI, Tan Sri Ali Rustam mengatakan bahwa penyelenggaraan konvensi “Dunia Melayu Dunia Islam” adalah untuk mempererat silaturahmi dan persatuan antar bangsa Melayu dan umat Islam.
Ali Rustam yang juga Ketua Kadin Malaysia sekaligus Senator Malaysia menjelaskan bahwa salah satu fokus konvensi tersebut adalah peran DMDI dalam penguatan pembangunan ekonomi. Kekuatan ekonomi, ujarnya, sangat diperlukan dalam menghadapi pasar bebas khususnya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).
“Konvensyen ini memiliki tujuan untuk menghidupkan kembali kejayaan Islam sekaligus untuk memberi semangat jati diri orang Melayu dan umat Islam dengan semangat kesatuan dan perpaduan, pembangunan, terutama untuk menghadapi MEA,” kata Ali.
Konvensi yang diikuti oleh perwakilan dari 18 negara yang digelar Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) itu berlangsung selama tiga hari. Perwakilan negara- negara yang tergabung dalam DMDI termasuk Malaysia, Indonesia, Inggris, Australia, Brunei Darussalam, Filipina, Thailand, Singapura, Kamboja dan negara Asia Tenggara lainnya. (art)






