PONTIANAK – Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta Odang mengingatkan bahwa sosialisasi Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai empat pilar berbangsa adalah pekerjaan besar yang harus disukseskan semua pihak, termasuk juga oleh para pekerja media.
“Pekerjaan ini harus terus menerus dilaksanakan dan digerakkan. Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika harga mati. Dan paling efektif kalau insan pers mendukung kegiatan sosialisasi empat pilar kepada masyarakat. Tentunya hasilnya pasti luar biasa,” kata Oso, sapaan akrabnya, saat memberi sambutan pada pembukaan Press Gathering Wartawan Parlemen, di Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (243/10).
Di acara yang dihadiri perwakilan fraksi MPR dari seluruh partai politik ini, Oso menegaskan kalau para jurnalis sudah sepatutnya mendukung kegiatan-kegiatan MPR. Apalagi, MPR saat ini adalah lembaga tinggi negara dan ibu dari semua lembaga tinggi negara. Bahkan politik yang dikedepankan MPR adalah politik dialog dan musyawarah, termasuk mengedepankan nilai-nilai Ketuhanan. “Dengan melihat posisi MPR yang strategis seperti itu, tentunya tepat rasanya sangat mengajak sahabat pers untuk mendukung setiap kegiatan MPR,” ujar Oso.
Menurut Oesman Sapta, betapa pentingnya empat pilar dilaksanakan dalam kehidupan rakyat Indonesia, termasuk kepada Polri dan TNI. Dua institusi yang sebenarnya memiliki sumpah prajurit. Namun itu saja tidak cukup karena tetap memerlukan empat pilar. “Begitu pentingnya empat pilar maka sudah seyogyanya didukung semua pihak, termasuk insan pers yang hadir pada press gathering ini,” katanya.
Potensi Kalbar
Pada sisi lain Oso mengatakana, Kalimantan Barat adalah provinsi yang menjadi salah satu halaman muka bangsa Indonesia. Di provinsi ini terdapat sumber daya alam yang begitu besar. Ada sekitar 1001 tanaman langka yang tidak ditemukan di negara lain. Juga ada sekitar 1,8 miliar ton bauksit yang belum tergali dan masih terdapat di bumi Kalbar.
Namun, potensi sumber daya alam yang begitu besar, itu harus dikelola dengan bijaksana. Jangan sampai karena tidak memiliki modal yang cukup, membuat kekayaan alam jatuh ke tangan bangsa lain. Karena itu pemerintah dituntut ekstra hati-hati sebelum menentukan pihak-pihak mana yang akan diberi izin pengelolaan sumber daya alam tersebut.
Oso, begitu akrab dipanggil, meminta wartawan untuk senantiasa mencermati dan turut mengawasi proses pembangunan di daerah. Ini perlu dilakukan semata-mata untuk menghindari jatuhnya kekayaan alam Indonesia ke tangan asing. “Kita ini sangat kaya, dan sudah selayaknya masyarakat menikmati kesejahteraannya. Inilah yang diinginkan oleh empat pilar yaitu meningkatnya kesejahteraan bangsa Indonesia”, katanya.
Untuk itu ke depan dia berharap hubungan MPR dengan wartawan akan semakin harmonis. Caranya adalah silaturrahmi antara wartawan dengan MPR juga harus terus menerus dibina. Salah satunya melalui acara press gathering.
Harapan serupa dikemukakan Kepala Biro Humas MPR RI Ma’ruf Cahyono di mana acara press gathering yang dilaksanakan hingga Minggu (25/10), kata Ma’ruf, bertujuan untuk menjalin silaturrahmi dengan wartawan. Serta menjembatani kepentingan tugas MPR dalam melaksanakan sosialisasi empat pilar. Sehingga diharapkan empat pilar bisa sampai ke masyarakat hingga tahap aktualisasi dan pelaksanaannya di tingkat masyarakat. (chan)
Oesman Sapta: Pers Harus Dukung Sosialisasi Empat Pilar
Komentar






