Breaking News
Polhukam

Jazuli Minta Presiden Jaga Harmoni Masyarakat Yang Berkeadilan

×

Jazuli Minta Presiden Jaga Harmoni Masyarakat Yang Berkeadilan

Sebarkan artikel ini

PARLEMENTARIA.COM– Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR RI, Jazuli Juwaini mengajak anak bangsa khususnya umat Islam untuk menjadikan Ramadhan sebagai momentum meningkatkan kualitas ibadah serta sarana memperkuat rasa kebangsaan yang akhir-akhir ini menghadapi banyak tantangan dan gejolak.

Ajakan itu disampaikan Jazuli ketika menjadi tuan rumah buka puasa bersama dengan awak media dan elemen masyarakat di RJA Kalibata, Jakarta Selatan, Sabtu (3/6). Acara ini sekaligus dijadikan momentum Syukuran Hari Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945 yang dalam kalender Hijriyah jatuh 9 Ramadhan (Minggu, 4/7).

“Tanggal-tanggal ini di bulan Ramadhan dan puncaknya besok (Minggu, 9 Ramadhan, red) 1945 adalah detik-detik persiapan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Ini membawa pesan bahwa bangsa ini lahir atau merdeka, pada bulan yang mulia, saat Proklamator dan pendiri bangsa lainya yang beragama Islam sedang berpuasa,” kata Jazuli.

Itu artinya, kata wakil rakyat dari dapil Provinsi Banten III ini, inilah saat yang tepat untuk menjadikan Ramadhan sebagai sarana memperkuat rasa kebangsaan kita.

Apalagi, lanjut dia, kita merasakan kondisi kebangsaan akhir-akhir ini sedang tidak harmonis. Sesama warga bangsa saling serang pendapat, banyak fitnah bertebaran, hingga ujaran kebencian, terutama di social media.

Momentum ini juga tepat karena kita baru saja merayakan Hari Pancasila. “Dalam pandangan saya, momentum ini kalau dirangkai menjadi kalimat sebagai berikut: Bangsa Indonesia memilih merdeka dengan menjadikan Pancasila sebagai ideologi pemersatu.”

Melalui pernyataan itu dan sebagai refleksi atas kondisi kebangsaan saat ini, ajak anggota Komisi I DPR RI ini, mari kita hentikan mempertajam perbedaan, mengeluarkan pernyataan agresif dan provokatif kepada sesama anak bangsa, apalagi sampai saling mengungkapkan ujaran kebencian, caci maki dan fitnah.

Tidak perlu juga kita saling mengklaim paling NKRI, paling Pancasilais, paling Bhinneka, dan lainnya sambil menunjuk saudara sebangsa lainnya anti-NKRI, anti-Pancasila, atau anti-kebhinnekaan.

“Sebaliknya, kepada sesama warga bangsa mari kita bersikap asertif, berlapang dada, saling memahami, merangkul, menjaga kebersamaan hingga akhirnya bisa saling bekerja sama, bersinergi dan gotong royong untuk kemajuan Indonesia,” ungkap Jazuli.

Pada saat yang sama, Ketua Fraksi PKS ini meminta kepada Presiden dan Pemerintah benar-benar menjaga harmonisasi dalam masyarakat dengan mengedepankan kebijakan yang berkeadilan, persuasif tidak represif dan dialogis serta tidak menunjukkan keberpihakan pada satu kelompok sambil mengalienasi kelompok masyarakat yang lain.

“Menjadi tanggung jawab bersama untuk menjadikan Pancasila sebagai pemersatu, bukan tembok pemisah atau pemecah belah. Tidak boleh ada yang merasa teralienasi dari Pancasila, di saat sebagian lainnya merasa paling Pancasilais,” terang Jazuli.

Menurut dia, bangsa ini terlalu besar untuk dikelola sendirian atau beberapa kelompok saja. Bangsa ini harus dikelola secara bersama-sama oleh segenap rakyatnya dari latar belakang apapun dia berasal.

“Demikianlah intisari Pancasila seperti dikatakan Bung Karno: kalau Pancasila diperas menjadi hanya satu sila saja maka ialah Gotong-Royong,” demikian Jazuli Juwaini. (art)

Komentar