PARLEMENTARIA.COM – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengaku bahwa pihaknya sudah menerima SMS dari Veronica, wanita yang melakukan orasi di depan Lapas Cipinang pada hari pertama penahanan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di lapas tersebut, 09/05/2017).
“Nah dia sudah SMS saya, si Veronica itu. Sudah klarifikasi apa yang dia maksud, tapi masih belum lengkap,” kata Mendagri menjawab pertanyaan wartawan, di Tulung Agung, Jawa Timur, Sabtu lalu (13/05/2017).
Menurut Mendagri, pihaknya ingin mendengar secara lengkap dari Veronica. “Saya ingin dengar, urusan dia bela Ahok yang sudah divonis pengadilan. Negara kita ini negara hukum, hakim bertanggungjawab kepada Tuhan Yang Maha Esa, tidak pada Presiden. Lah kok dia hujat dihukumnya Ahok karena rezim Jokowi. Apa yang dia maksud, itu aja,” jelas Tjahjo.
Tjahjo kembali menjelaskan bahwa dirinya hanya meminta klarifikasi karena wanita yang bernama Veronica itu yang mengkait-kaitkan putusan pengadilan dengan rezim Jokowi. “Saya bagian dari rezim, anak buah Jokwi. Saya ingin mempertanyakan dan mengklarifikasi kepada yang bersangkutan, apa maksud orasi,” kata Tjahjo.
Dikatakan Tjahjo, orangg bermaksud bersimpati pada orang sah-sah saja. Orang jadi relawan, boleh-boleh saja. “Perjuangkan boleh, tapi apa hubungannya, dia simpati pada Ahok, masalah hukum larinya hujat Jokowi, hujat pemerintahan rezim pemerintahan Jokowi, termasuk saya di dalamnya wajib saya sampaikan,” katanya. (chan)






