PARLEMENTARIA.COM – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo kembali mengungkapkan kemarahannya terkait pernyataan pendukung terpidana penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok bahwa ‘rezim Jokowi lebih parah dari rezim SBY’.
“Anda harus baca (tonton) videonya ya. Tidak bisa kalau gak lihat videonya anda gak akan marah. Bela ahok boleh”, tegas Tjahjo Kumulo menjawab pertanyaan wartawan di Jakarta, Jumat (12/0/2017).
“Kok kesannya kaya kebakaran jenggot pak?” tanya wartawan.
“Anda kalo saya fitnah marah gak? Saya maki-maki, saya fitnah Ahok dipenjara karena anda, yang disalahkan marahlah. Iya toh, fair itu, manusiawi,” tegas Tjahjo Kumolo.
Karena itu kata Tjahjo, pihak akan mengklarifikasi dan menanyakan terkait pernyataan tersebut apa maksudnya karena yang memutuskan Ahok dipenjara adalah pengadilan.
“Saya tanya ke dia apa maksudnya. Klaifikasi saja, yang putuskan pengadilan kok yang disalahkan Jokowi,” tegasnya.
Ketika ditanya apakah pihaknya akan melaporkan pendukung Ahok tersebut, Mendagri Tjahjo Kumolo mengatakan belum dulu karena semua ada tahapannya.
Mendagri juga menyatakan siap menerima pendukung Ahok yang menyatakan ‘rezim Jokowi lebih parah dari rezim SBY’. “Kalau dia mau datang saya terima. Sesama warga negara boleh-boleh saja”, ujar Tjahjo.
Dalam pertemuan tersebut menurut Mendagri yang bersangkutan bisa menjelaskan tekait pernyataannya. “Apa maksudnya jelaskan. Misalkan anda tuduh Ahok dipenjara gara gara kamu mau gak?. Mulutmu harimaumu,” kata Tjahjo. (esa)






