PARLEMENTARIA.COM– Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan mengatakan, banyak perubahan terjadi dalam 19 tahun reformasi berjalan. Salah satu perubahan itu adalah semakin tipisnya kepedulian generasi muda terhadap Pancasila sebagai idiologi dan pandangan hidup bangsa Indonesia.
Itu dikatakan Zulkifli Hasan ketika menjadi pembicara dalam Seminar Fakultas Hukum Universitas Yarsi dengan tema ‘Pancasila Sebagai Pedoman Berkehidupan dan Penunjang Pembangunan Negara Indonesia’ di Auditorium Ar Rahim, Universitas Yarsi di Jakarta, Senin (8/8).
Dikatakan Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut, dari hasil riset bahwa ego generasi muda sekarang sangat tinggi. “Jangan sentuh agama dan pribadi, kelompok dan golongan mereka. Kalau disentuh, mereka pasti mengamuk,” kata Zulkifli Hasan.
Tetapi, lanjut wakil rakyat dari Dapil Provinsi Lampung itu, bila Sumber Daya Alam (SDA) diambil atau uang negara yang notabene adalah kekayaan rakyat dikorupsi, mereka tidak bererkasi.
“Lihat saja, setiap tahun negara harus mengeluarkan uang lebih dari Rp 40 miliar untuk membayar bunga Bantuan Likuidasi Bank Indonesia (BLBI). Semua diam. Tidak ada generasi muda yang mempersoalkan. Coba agama atau pribadi, kelompok atau golongan mereka yang diganggu.”
Contoh lain, kata dia, bagaimana kekayaan alam Kalimantan Selatan dikeruk. “Dulunya gunung, sekarang sudah menjadi danau. Demikian pula dengan di Bangka Belitung yang masa lalu dikenal sebagai penghasil lada. Lahan pertanian warga setempat sudah dikeruk dan kini menjadi kolam-kolam raksasa setelah timah di dalamnya dikeruk tanpa ada konpensasi terhadap masyarakat setempat.”
Sekarang, kata anggota Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid II pimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu, Pancasila yang menjadi pandangan hidup dan idiologi bangsa Indonesia diterjemahkan sesuai dengan kemauan masing-masing. Saat ini yang terjadi banyak dari kalangan pejabat negara ini berpolitik yang dikenal dengan politik pencitraan.
“Mahasiswa sebagai genarsi penerus bangsa perlu memahami masalah ini dan bagaimana konsensus berbangsa dan bernegara yang telah dicetuskan para pendiri bangsa ini. Pancasila tidak hanya sebagai idiologi tetapi harus diterapkan dan menjadi prilaku setiap anak bangsa termasuk pejabat negara dalam kehidupan mereka sehari-hari.”
Kalau Pancasila yang juga menjadi dasar hukum Indonesia itu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, lanjut Zulkifli Hasan, apa yang terjadi belakangan ini seperti menjelang Pemilihan Gubernur DKI Jakarta yang saling hina, saling hujat dan sebagainya itu tidak bakal terjadi.
“Pejabat negara harus menjadi contoh dan teladan rakyat yang dipimpinnya. Seorang pemimpin itu harus menjaga mukut dan prilaku. Berprilakulah seperti apa yang diajarkan dalam pancasila yakni saling menghormati dan bekerja untuk rakyat,” demikian Zuklkifli Hasan. (art)






