Breaking News
Polhukam

Jusuf Kalla: Media Luar Tidak Adil Dalam Pemberitaan Pilkada Jakarta

×

Jusuf Kalla: Media Luar Tidak Adil Dalam Pemberitaan Pilkada Jakarta

Sebarkan artikel ini

PARLEMENTARIA.COM– Wakil Presiden (Wapres), Muhammad Jusuf Kalla (JK) menilai, media luar negeri tidak adil dalam pemberitaan terkait Pemilihan Umum Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta beberapa hari lalu.

Saat memberikan sambutan dalam peluncuruan buku Takziah Muhammadiyah untuk KH A Hasyim Muzadi di Jakarta semalam, JK mengatakan, dia menyampaikan hal itu saat pertemuannya dengan Wakil Presiden Amerika Serikat, Michael Richard Pence.

“Soal pilkada tadi saya ketemu Wakil Presiden Mike Pence saya bilang juga, tidak adil ini media luar, karena yang menang yang banyak didukung teman-teman organisasi Islam dan sebagainya dianggap garis keras yang menang.”

JK kepada rekannya dari negara Paman Sam itu mengatakan, Anies Baswedan merupakan salah satu tokoh Islam yang moderat paling lembut. “Karena ada imam besar dianggap keras, padahal siapapun yang dipilih, yang ringan atau yang keras, tetap dong demokrasi tidak ada bedanya karena dipilih orang banyak,” kata Wapres.

Dikatakan, dalam perhelatan Pilkada DKI Jakarta yang berlangsung Kamis (19/4) yang menang adalah demokrasi. “Mudah-mudahan dapat di pahami bahwa yang menang demokrasi, itu kita hormati semuanya.”

JK menerima Michael Pence di Istana Wakil Presiden, Kamis (20/4), sekitar pukul 11.30 WIB dan melakukan pertemuan bilateral dengan hingga pukul 12.30 WIB.

Dalam pertemuan itu, JK mengatakan bahwa Michael Pence datang pada saat yang tepat untuk melihat kehidupan demokrasi Indonesia pasca pilkada yang dewasa.

“Saya mengatakan, Anda datang pada saat yang tepat, pilkada selesai, kita sudah jabat tangan, tidak ada lagi ribut-ribut, itulah demokrasi Indonesia, jadi dia tidak menyinggung lagi,” kata dia di Istana Wakil Presiden, Jakarta.

Pernyataan tersebut disampaikan Wapres JK untuk menanggapi pertanyaan terkait hasil pertemuan bilateral dengan Wapres Amerika Serikat Michael Pence tentang toleransi dan Islam moderat.

Meskipun demikian, Wapres JK menggarisbawahi bahwa Indonesia dan AS sepakat untuk mempererat kerja sama peningkatan nilai toleransi dan Islam moderat. (art)

Komentar