Breaking News
Polhukam

Polisi Selidiki Kasus Teror Bakar Mobil di Acara FPI

×

Polisi Selidiki Kasus Teror Bakar Mobil di Acara FPI

Sebarkan artikel ini

PARLEMENTARIA.COM – Pihak Polres Metro Jakarta Timur sedang menyelidiki kasus teror terhadap massa di acara tablig akbar Isra mikraj yang digelar Front Pembela Islam (FPI) di Cawang, Jakarta Timur, Sabtu (15/4) malam. Acara tersebut dipimpin Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab.

“Kasusnya sedang didalami,” kata Kasubag Humas Polres Metro Jakarta Timur, Komisaris Polisi (Kompol) Wasiem dalam keterangan yang diterima, Minggu (16/4).

Menurut Wasiem, aksi teror dengan membakar mobil itu terjadi saat FPI menggelar Isra Mikraj. Satu unit mobil meluncur dari fly over Jalan MT Haryono, tepatnya di RSP Otak Nasional mengarah Pancoran.

“Ada satu unit mobil Avanza melintas TKP, selanjutnya mobil tersebut mundur dan pada saat mundur terjadi ledakan dan menimbulkan kebakaran. Pada saat mobil kebakaran tidak ada nopolnya,” kata Wasiem.

Dia menambahkan, kejadian itu berlangsung sekitar pada pukul 23.45. Setelah itu, kata Wasiem, api langsung dipadamkan para jemaah. Selanjutnya sebagian jemaah melakukan penyisiran di sekitar lokasi.

Di loklasi juga ditemukan dua mobil yang sedang berhenti, yaituToyota Kijang Grand warna abu-abu B 1525 AH dan Toyota Kijang Kapsul warna abu-abu B 7208 EQ tanpa pengendaranya. Di dalam mobil terdapat jerigen yang diduga berisi bensin.

Sementara itu, Slamet Maarif selaku juru bicara FPI dalam rilisnye menjelaskan, aksi teror terjadi dalam acara tablig akbar Isra Mikraj yang dihadiri oleh Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab dan dihadiri ribuan jemaahnya di markas DPD FPI DKI Jakarta, Cawang, Jakarta Timur.

Aksi teror yaitu dengan cara membakar mobil yang parkir di sekitar acara tersebut dengan meluncurkan kendaraan ke arah jemaah. “Kuat dugaan sementara ini aksi teror dari musuh Islam yang benci dengan acara tersebut dan Habib Rizieq,” kata Slamet dalam keterangan yang diterima, Minggu (16/4).

Dijelaskan, awalnya ada satu unit mobil Avanza datang ke arah jemaah dalam keadaan terbakar. Setelah itu, mobil tersebut meledak. Setelah ledakan itu, beberapa anggota FPI melakukan penyisiran.

“Dalam penyisiran ditemukan dua unit mobil yaitu Kijang kapsul nopol B 7208 EQ dan Kijang Grand nopol B 1552 AH. “Masing-masing mobil kami menemukan empat jerigen,” jelas Slamet Maarif.

Saat aksi teror tersebut, kata Slamet, pihaknya tidak melihat ada satu pun polisi yang berjaga. Menurutnya, hal ini aneh mengingat biasanya polisi selalu ada dalam acara yang digelar FPI apalagi dihadiri ribuan massa. (esa)

Komentar