Breaking News
Peristiwa

Monumen Tan Malaka Diresmikan

×

Monumen Tan Malaka Diresmikan

Sebarkan artikel ini

PARLEMENTARIA.COM – Proses pemindahan makam Tan Malaka dari Kediri Jawa Timur ke di Nagari Pandam Gadang, Kabupaten 50 kota, Sumbar diakhiri dengan khaul sakral adat Tan Malaka yang dimeriahkan dengan pertunjukan reog, tari piriang badantiang, juga penampilan monolog Tan Malaka,” Jumat (14/04/2017).

Hadir dalam acara sakral adat Tan Malaka itu Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon, Wakil Bupati Kab 50 Kota, Ferizal Adam, Pimpinan DPRD Kab 50 Kota, serta para Ninik Mamak, para Datuk se Kab 50 Kota.

Selain peresmian makam Tan Malaka secara adat, Fadli Zon juga meresmikan Monumen Patung Tan Malaka karya Perupa Bambang Win yang berkolaborasi dengan Fadli Zon. Patung perunggu ini bobotnya mencapai 120 kg. Acara lainnya juga launching Tan Malaka House and Library sebagai museum, taman bacaan, dan pusat kajian ekonomi kerakyatan.

Fadli Zon menyebut Tan Malaka adalah tokoh penting dalam pendirian Republik Indonesia. Karena itu dia menegaskan kembali bahwa Tan Malaka adalah Bapak Republik, bukan hanya pahlawan nasional berdasar pada Keputusan Presiden RI No. 53, yang ditandatangani Presiden Soekarno 28 Maret 1963.

“Tan Malaka adalah manusia multidimensi, seorang pejuang, pemikir dan visioner. Ia pernah berjuang di garis Kiri, namun tetap sangat nasionalis dan muslim yang taat.  Selain itu, Tan merupakan pemikir awal sebelum kemerdekaan Indonesia yang memiliki konsep tentang negara republik,” kata Fadli Zon.

Menurut Fadli Zon, pemikiran Tan Malaka Merdeka 100% masih sangat relevan sampai hari ini. “Kita bisa melihat bagaimana  kondisi Indonesia harus mengedepankan kedaulatan agar bisa sepenuhnya berdaulat. Kedaulatan dalam hal ini adalah kedaulatan pangan, kedaulatan energi serta kedaulatan di darat, laut dan udara. Yang tak kalah penting adalah berdaulat dalam pemikiran sebagai bangsa yang merdeka, bukan inlander,” ujarnya.

Pencarian panjang keberadaan Ibrahim Datuk Tan Malaka selama 63 tahun oleh keluarganya menemukan titik terang. Yaitu saat seorang peneliti sejarah asal Belanda, Herry Poeze, menemukan lokasi makamnya tahun 2007 silam. Keluarga menyambut baik temuan makam di Desa Selopanggung, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, itu. Temuan itu lantas ditindak lanjuti dengan beberapa hal untuk meningkatkan keyakinan terhadap keberadaan jasad tokoh pergerakan nasional itu.

Ferizal Ridwan, Wakil Bupati Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat mengungkapkan, pada tahun 2009 pihak keluarga telah melakukan tes DNA terhadap tulang yang ada di makam itu. Rangkaian prosesi penjemputan dan pemulangan ini berdasar dari mandat pihak keluarga yang menginginkan jasad Tan Malaka kembali dan pulang ke kampung halamannya.

Prosesi penjemputan dan pemulangan jasad Datuk Ibrahim Tan Malaka dimulai sejak tgl 16 Februari 2017. Tim delegasi mengambil beberapa genggam tanah dari makam Tan Malaka secara simbolik. Adapun pengakuan pemerintah masih menunggu keputusan Kementrian Sosial.(iyan)

Komentar