PARLEMENTARIA.COM – Berdasarkan hasil survei yang dilakukan Indonesia Network Election Survei (INES), 57,2 persen warga Jakarta akan memilih pasangan calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut 3, Anies Baswedan – Sandiaga Uno (Anies-Sandi) pada putaran kedua Pilkada Jakarta 19 April nanti.
Sedangkan pasangan calon nomor urut 2, Basuki Tjahaja Purnama/Ahok-Djarot Saiful Hidayat (Ahok-Djarot hanya dipilih 40,2 persen dan sisanya 2,6 persen menyatakan abstain. “Berdasarkan hasil survei yang kami lakukan, kita diprediksi pasangan Anies-Sandi akan terpilih sebagai gubernur dan wakil gubernur Jakarta yang baru mengantikan Ahok dan Djarot,” kata Koordinator INES, Sutisna dalam siaran pers yang diterina wartawan, Sabtu (15/04/2017).
Dijelaskan, pihaknya tertarik melakukan survei karena Pilkada DKI Jakarta 2017 telah menyedot perhatian masyarakat luas baik secara naaional bahkan luar negeri. “Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI telah masuk dalam babak ” Sudden Death” antara Ahok-Djarot melawan pasangan Anies-Sandi,” jelasnya.
“Pertarungan kedua paslon ini sangat menarik untuk dilakukan survei Jajak Pendapat masyarakat Jakarta dalam memberikan penilaian dan pilihan kepada kedua paslon tersebut,” ulasnya.
Survei digelar sejak 6 sd 13 April 2017 dengan mengambil sample sebanyak 2660 warga Jakarta yang memiliki Hak pilih dan tercantum namanya dalam DPT pada pilkada DKI Jakarta putaran kedua tgl 19 April 2107.
Sample dipilih secara acak di 44 kecamatan yang tersebar 260 Kelurahan di provinsi DKI Jakarta dengan mengunakan teknik multistage Random sampling dengan Margin of Error +/- 1.9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Untukn demograpi responden berdasarkan jenis kelamin terdiri dari wanita sebanyak 49,3 persen dan laki – Laki sebanyak 50,7 persen, berdasarkan tingkat pendidikan tidak tulus SD -lulus SD sebanyak 12,3 persen, tidak lulus SMP dan lulus SMP sebanyak 17,3 persen, tidak lulus SLTA dan lulus SLTA sebanyak 43,7 persen dan lulusan D3 sampai S2 sebanyak 26,7 persen.
Berdasarkan agama yang di anut responden, beragama Islam 82,3 persen, Protestan 5,7 persen , Katolik 5,2 persen ,Budha 3,1, Hindu 1,3 persen, Konghucu 2,4 persen.
Sutisna menjelaskan, dalam survei yang dilakukannya, terkait program kerja, Ahok-Djarot yang ditawarkan dalam kampanye, sebanyak 67,3 persen menilai program kerjanya sangat menarik sedangkan program kerja Anies-Sandi dinilai sangat menarik oleh 71,2 persen masyarakat .
Dari hasil survei juga diketahui bahwa Ketika masyarakat Jakarta yang telah menyatakan pilihan pada kedua paslon tersebut di dapati Sebanyak 12,1 persen responden adalah warga yang masih mungkin mengubah pilihannya seusai pilihannya sejak awal, Kemudian 7,3 persen responden ragu-ragu, 63,3 persen responden menyatakan tak akan mengubah pilihannya, sedangkan 17,3 persen responden tidak menjawab atau rahasia.
Terkait kemampuan dalam menangani masalah Jakarta, pasangan Ahok-Djarot dinilai lebih mampu dari pasangan Anies-Sandi. Pasangan Ahok-Djarot mendapat skors 60,2 persen.Sedangkan pasangan Anies-Sandi dengan skors 64,3 persen.
Responden juga menilai Ahok-Djarot yang meneruskan Joko Widodo sebagai gubernur dianggap gagal mengatasi kemacetan dan banjir di Jakarta dalam 3 tahun sesuai janji kampanye mereka pada pilkada 2012. (esa)






